Waktu, perhatian, dan seluruh energimu sengaja dihabiskan hanya untuk berjuang bertahan hidup dari hari ke hari.
Kita buat formula-formula taktis untuk bisa instan. Hasilnya adalah katalog hasil kerja tanpa makna.
Oleh
Yudhistira
Takut pada selip lidah di timeline X (Twitter), pada screenshot yang salah, pada obrolan yang salah
Oleh
Rizka Oktivani
Selalu ada versi diri kita yang tak menyenangkan dan barangkali itu hal yang harus kita terima.
Oleh
Adam A. Abednego
Rasa tenang yang nyata; untuk bisa sampai ke sana kadang kita perlu membuka dua pintu sekaligus.
Oleh
Yudhistira
Nikmatilah semangkuk mi ayam, es krim, teh hangat, kopi; kebahagiaan kecil lainnya.
Oleh
Iin Isnaini
Takut pada selip lidah di timeline X (Twitter), pada screenshot yang salah, pada obrolan yang salah
Oleh
Rizka Oktivani
Selalu ada versi diri kita yang tak menyenangkan dan barangkali itu hal yang harus kita terima.
Oleh
Adam A. Abednego
Rasa tenang yang nyata; untuk bisa sampai ke sana kadang kita perlu membuka dua pintu sekaligus.
Oleh
Yudhistira
Nikmatilah semangkuk mi ayam, es krim, teh hangat, kopi; kebahagiaan kecil lainnya.
Oleh
Iin Isnaini
Sejarah demonstrasi di Indonesia tak bisa dilepaskan dari jalanan. Jalan adalah tempat cinta rakyat diuji: cinta
Oleh
Adam A. Abednego
Saya memilih jujur, tapi dianggap belum dewasa, tak peka, dan egois.
Takut pada selip lidah di timeline X (Twitter), pada screenshot yang salah, pada obrolan yang salah
Oleh
Rizka Oktivani
Hidup sialan. Hampir setiap hari berita buruk. Kita harus tahan banting berkali-kali lagi, lalu ketemu di
Oleh
Yudhistira
Kita buat formula-formula taktis untuk bisa instan. Hasilnya adalah katalog hasil kerja tanpa makna.
Oleh
Yudhistira
Hidup sialan. Hampir setiap hari berita buruk. Kita harus tahan banting berkali-kali lagi, lalu ketemu di
Oleh
Yudhistira
Kita buat formula-formula taktis untuk bisa instan. Hasilnya adalah katalog hasil kerja tanpa makna.
Oleh
Yudhistira
Saat nonton acara favorit, otak kita menghasilkan dopamin dan membuat tubuh merasakan kesenangan serupa dengan kecanduan.
Oleh
Iin Isnaini