folder Filed in Puisi, Yang Lain
Pagi Ini Hujan Belum Berhenti
Air hujan di luar masih saja berjatuhan.
Yufita Anggraini comment 2 Comments access_time 1 min read

Sudah pukul tiga pagi, hujan tak kunjung berhenti.
Masih dengan tugasnya membasahi bumi juga turut serta berlomba dengan air
lain yang membasahi pipi.
Sama derasnya.
Suara hunjaman air hujan terdengar berirama mampu meredam isakan yang
semula menggema ke seluruh penjuru ruangan.
Isakan kesedihan yang tak mampu diutarakan.
Isakan kekecewaan yang tak mampu disampaikan.
Semua sengaja disimpan. Si empunya terlanjur terbiasa berada dalam keadaan
yang menyesakkan.

Tidak ada sentuhan dan dekapan yang mampu menenangkan.
Setan-setan kecil di pikiran merasa menjadi pemenang karena berhasil
membuat kekacauan.
Saling berdesakkan menciptakan kegelisahan.
Air hujan di luar masih saja berjatuhan.
Air hangat di dalam ruangan pun tidak mau kalah menetes tanpa tahu aturan.
Isakan menjadi pelan tertahan, perlahan terdengar semakin pekak.
Si empunya mulai terlihat lelah tak tersadarkan.
Waktu terus berjalan.
Sekarang sudah pukul enam pagi, hujan tak kunjung berhenti.
Masih dengan tugasnya membasahi bumi juga turut serta menjadi saksi bahwa
sampai pagi ini masih ada hati yang terlukai, masih ada jiwa yang butuh ditemani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment