Emoji yang Melukai Hati

Belakangan ini, aktivitasku di luar ruangan menjadi terbatas. Dunia digital menjadi lebih sering kukunjungi dari sebelumnya. Media sosial tetap saja seperti biasanya, selalu ramai oleh para penggunanya termasuk aku yang tidak rela melewatkan satu hariku tanpa berita trending di dunia maya, tanpa unggahan cerita oleh banyak orang di luar sana.

Selain berita dan unggahan cerita, banyak juga yang kutemukan di media sosial seperti masalah pribadi dan kegiatan sehari-hari yang ditulis dalam kiriman berbentuk puisi, ditanggapi dengan banyak sekali tanda hati dan kalimat memuji, tapi tak sedikit pula yang menanggapi dengan kata-kata benci bahkan barisan emoji yang melukai hati.

Ketika dihadapkan situasi seperti ini, mungkin saja secara spontan kita introspeksi diri atau mungkin malah berniat ingin balas memaki kepada mereka yang berkomentar seenaknya sendiri, namun dengan berat hati hal semacam ini harus tetap kita hindari. Ungkapan benci tidak perlu kita ucap kembali. Ada baiknya mempersiapkan mental untuk menanggapi komentar pahit di media sosial, mengendalikan diri agar tidak terpancing emosi ketika menerima kritik yang menyakitkan hati, mengabaikan segala hina yang merusak rasa bahagia, mengingatkan kembali pada diri sendiri, bahwa hidup kita jauh lebih berharga dari yang mereka kira. Tidak perlu berkecil hati dan tidak penting untuk ditangisi apalagi sampai merendahkan diri sendiri. Setiap manusia memiliki hal yang patut disyukuri dan sudah sepantasnya saling menghargai apa yang telah diperoleh sampai detik ini.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top