Repetisi dan Remedi

Sayapnya sudah terkembang tapi masih diam tak mampu terbang. Ingin pulang tapi sudah telanjur berada di dalam sarang; terkurung di keramaian pikiran mengeja kepastian yang tak kunjung dapat dipastikan; menelaah rumus-rumus kehidupan dengan bilangan yang begitu memusingkan. Jangan bilang-bilang kalau ini adalah konsekuensi sebuah pilihan.

Sayangnya tidak ada yang mampu memberikan garansi atas pilihan-pilihan yang pasti sangsi. Benar menjadi relatif membawa diri pada pemikiran-pemikiran yang manipulatif, menghamba kepada sang waktu bertekuk lutut pada yang sudah berlalu. Menyesal lagi, berandai-andai bisa kembali—sebuah repetisi dan remedi.

Seseorang bersembunyi di saku baju dengan sepasang sepatu tergeletak di depan pintu. Pintu masuk di kepala yang tidak dijaga oleh siapa-siapa, apa-apanya hilir mudik tak kenal waktu. Dia pernah bertaruh walau hanya separuh tanpa sedikit pun tebersit keluh. Lalu kini secukupnya melebur tanpa benar-benar mau membaur serta pelan-pelan mengikuti alur.

Terdiam saya kali ini bersama banyak besok yang sudah terlewatkan tanpa sadar. Kekhawatiran berlebihan setiap pukul dua belas malam perlahan-lahan juga berpendar. Cemas serupa anjing yang begitu setia terjaga hingga pagi-pagi buta. Tentang si besok yang sekadar numpang lewat masih juga belum tahu ke mana arah dan tujuannya. Setelah ini apa? Masih menjadi sulit jika ditanya.

Bertahan lagi setiap hari selalu jadi mantra sehari-hari. “Jangan terlalu menganggap serius semua hal,” ujar seseorang menasihati. Arus yang seolah ingin menenggelamkan ikuti saja pelan-pelan sampai akhirnya mampu kautaklukkan. Lihat lagi pantulan diri yang sedang berdiri di depan cermin, adalah kamu yang perlahan mampu memenangkan penyesuaian.

Hidupmu tak selamanya datar, ada aral yang sering kali terjal asal tahu kapan berhenti dan kapan berjalan. Di antara banyak yang rumit dan memusingkan harus ada satu jadi jawaban. Coba lagi bersawala pada logika atau berkompromi dengan hati, karena bertanggung jawab pada pilihan akan selalu jadi konsekuensi.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top