Pekat yang Dekat

Bangun lalu kembali tersungkur. Berharap semuanya kembali pulih tapi lagi-lagi keadaan tidak sejalan dengan angan kita. Hari-hari kelam dihiasi dengan jalanan sepi, kota mati, dan diri yang menyendiri. Keadaan yang menyadarkan kita bahwa kehilangan sejatinya adalah teman paling setia. Dari kehilangan tersebut kita dibawa ke dalam lautan. Kembali ditenggelamkan pada keterpurukan yang kapan saja dapat merampas napas kita di kedalaman. Hal yang sejatinya tidak ingin terjadi tapi harus kita jalani mau tidak mau.

Keterpaksaan yang melawan banyaknya pengandaian sudah terjadi sebelum hidup itu muncul di dalam diri kita. Semesta tidak pernah salah mempertemukan keduanya. Sekali lagi kita kembali diingatkan bahwa semesta tidak pernah salah karena mereka tidak menggunakan parameter kehidupan kita. Akan tetapi, kita yang naif karena terlalu ikut campur dengan jalan hidup semesta. Kalau kita mengamati dari sudut terdalam, semesta ini memang tidak dirancang untuk memenuhi ego kita. Namun, bukan berarti segala pekat yang tengah disajikan oleh semesta itu buruk. Mari saling menurunkan ego karena kehidupan sejatinya bukanlah milik kita pun apa yang ada di dalam diri kita juga bukanlah milik kita sendiri. Semesta punya semua, tapi semuanya bukan milik kita.

Dari semesta yang melahirkan kepahitan di dalam cangkir, kita masih bisa menikmati ketenangan. Ada kesejukan di dalamnya. Ada rasa yang mungkin pernah pergi saat berada di keramaian. Ada sunyi yang diizinkan untuk berinteraksi dengan kita. Ada untai doa yang berpilin indah demi mendekatkan yang jauh. Tidak segalanya terlihat memilukan karena pekat sedang baik-baiknya mengajari kita untuk saling lekat bagaimanapun keadaannya.

Kita memang diberi waktu untuk memahami segala kondisi yang ada dengan tetap jernih. Menjaga agar jernih tersebut terus mengalir sesuai dengan apa dan bagaimana jalannya. Ibarat dalam cerita, biar yang di luar bekerja sesuai dengan perannya masing-masing. Dan begitu pun kamu, semoga kuat menjalani peran yang diberi oleh semesta, semoga kembali bangun dan tidak berlama-lama tersungkur dalam pekat yang lekat.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top