Berada di Beranda

Setiap manusia tersusun atas pecahan-pecahan yang sebelumnya utuh dalam genggaman. Utuh yang menjadikan seluruhnya tampak senantiasa baik. Perihal singgah, berkelana, dan segala yang pernah menjadi pusat perhatian dan sering kita bicarakan di sudut jendela. Sekat yang tidak bisa kita bedakan mana yang berada di masa lalu, kini, dan masa depan. Terkadang, saya ingin sekali mendudukkan lini masa di satu waktu. Bercengkerama sambil mengingat untuk apa segalanya terjadi di beranda. Mengingat semua kejadian yang membuat saya kehilangan satu per satu mimpi yang pernah mewujud nyata sekalipun sebatas dalam kepala. Seperti, ada yang tiada menjadi tamu di kemudian hari.

Saya tahu, bahwa hidup adalah tentang melepaskan. Ketika langit terasa begitu luas, saya sadar, seharusnya saya bisa meluaskan pula hati saya untuk merelakan apa yang bukan untuk diikat. Tanggung jawab atas kehidupan ini tidak selalu tentang kepemilikan. Namun, tentang bagaimana saya bisa menemukan rasa damai dalam kepekatan. Saya yang berada di antara ada dan tiada tetap bertahan sekalipun telah hancur menjadi bagian-bagian yang tak lagi bermakna.

Kalau perlu diingat, ada sedikit rasa pahit saat membaca surat kabar yang isinya penuh dengan cercaan tentang musim gugur di beranda milik saya sendiri. Semisal kita tidak berhak atas apa pun termasuk tubuh ini, lantas, apakah penilaian manusia akan tetap menjadi sebuah tanggung jawab? Tentu tidak. Penilaian penduduk dunia atas diri sendiri bukanlah sebuah tanggung jawab kita. Saya ingat sewaktu dikecilkan oleh bayangan sendiri bahwa angin lalu hanya perlu kita lalui tanpa perlu untuk diindahkan. Apa yang bukan semestinya diikat biar saja lepas sesuai dengan yang telah digariskan. Masalah-masalah yang di belakang biar saja bermukim di ruangan yang telah disediakan. Saya hidup juga tidak berbekal dengan kata-kata di luar beranda. Beranda saya sudah penuh atas rasa pahit karena kegagalan yang selalu membersamai saya bertumbuh. Pada seluruh musim saya pun harus bertanggung jawab atas keberadaan rasa damai dalam diri saya sendiri, bukan tentang penilaian, cerca, dan segala yang sifatnya cenderung menjatuhkan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top