Semuanya Manusiawi

Kita selalu dihadapkan dengan pilihan. Ada yang hanya berkisar tentang menu makan malam nanti, ada pula pilihan yang berujung pada keputusan besar sebagai penentu jalan hidup. Sekalipun dihadapkan dengan pilihan yang sama, tiap orang bisa mengambil keputusan berbeda.

Sebenarnya, kita sama-sama sadar bahwa kehidupan memiliki begitu banyak warna, tidak hanya berpusar pada hitam, putih, atau abu-abu. Kita juga tahu jika berjuta kepala yang hadir memiliki isi pikiran dan sudut pandang masing-masing, dan sering kali memandang rendah terhadap yang lain. Jika satu hal nampak berbeda maka akan dianggap asing, jika tidak selaras maka akan dianggap salah.

Sering kali lupa bahwa kita hanyalah manusia dengan ragam perbedaan yang menghiasi. Dan perbedaan yang hadir sejatinya sangat manusiawi. Kita tidak bisa membenci seseorang yang tidak ingin melakukan hal yang kita lakukan. Kita tidak bisa memaksa seseorang mengikuti hal yang sama dengan kita karena semua berhak memilih.

Bukankah perbedaan yang hadir–dari tiap pilihan yang kita ambil–semakin menegaskan bahwa setiap raga memiliki warna dan peranan masing-masing? Toh, kesalahan yang muncul tidak lantas membuat kita jadi lebih tidak manusiawi dari si benar, begitu pula sebaliknya. Kita hanya bisa terus menggali seluruh potensi dalam diri, kekurangan dan kelebihan dengan manusiawi, sambil tetap berupaya untuk menghargai dan memahami pilihan orang lain tanpa perlu saling menghakimi.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top