Karena Kita Sama-Sama Manusia

Dibentuk lewat cara-cara yang unik, setiap insan terlahir berbeda dengan jalan ceritanya masing-masing. Sekalipun terlahir dari satu rahim yang sama, nyatanya setiap jengkal bagian tubuh manusia wujudnya tak pernah serupa. Ada yang lebih putih, ada yang berkulit gelap, berambut ikal, bermata sipit, atau mungkin berbekas goresan luka, biar begitu, selayaknya tidak jadi masalah karena semua bawa aura keindahan tersendiri. Walau tiap jiwa pada dasarnya unik, sayangnya tak semua mampu ekspresikan keistimewaannya, banyak yang terjebak, takut dan tidak punya pegangan, bahkan hanya untuk menyentuh pintu-pintu dengan beragam jalan atas pilihan yang akan diambil pun rasanya tak berani. Terombang-ambing seakan dikendalikan oleh angin, oleh ucapan-ucapan orang yang terkesan terlalu mengarahkan, membuat gamang setiap kali ingin menentukan pilihan.

Beberapa mungkin tak mampu menepis banyaknya pertimbangan atas saran yang diterima, lantas berusaha menerima segalanya bulat-bulat, mengikuti setiap arahan padahal belum tentu sesuai dengan keinginan. Aku, kamu, kita semua, punya kesempatan yang sama walau dengan modal awal yang berbeda. Semua punya hak untuk menentukan langkah yang akan ditempuh, semua punya hak untuk berkata tidak pada apa yang memang tidak ia sukai, semua punya hak untuk berkata iya untuk ucapan yang ingin ia amini. Mungkin memang tidak semua insan punya jumlah pilihan yang sama, tidak semua manusia memiliki pertimbangan serupa. Tapi, semua kembali kepada diri masing-masing, bukankah toh kita sendiri yang akan menjalani apa pun pilihannya? Bukankah kita yang bertanggung jawab untuk setiap pilihan yang diambil?

Dengarkan kata hati, pahami apa yang diinginkan, merdeka dari rasa takut, pikirkan apa yang ingin kamu capai, berhenti membayangkan bahwa hal buruk akan mengiringi padahal belum tentu terjadi. Sadari bahwa kamu akan terus bertumbuh, kamu akan terus belajar dari setiap pilihan yang kamu tentukan sendiri, atas kehendak dirimu sendiri.

Jangan tumbang selagi masih mampu bertahan, jangan mekar jika memang belum tiba masanya ranum, biarkan semua berjalan semestinya, dengan kamu yang pegang kendali atas dirimu sendiri, karena kita semua sama-sama manusia. Dan manusia tidak mengendalikan manusia yang lain, iya ‘kan?

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top