Apa yang Ingin Kau Ucapkan kepada Dirimu di Masa Lalu?

Setiap fase hidup yang aku lewati tentunya meninggalkan cerita. Walau punya banyak cerita, aku sering kali lupa dan justru membandingkan diri dengan rekan sebaya yang terlihat jauh lebih unggul di atasku. Umur yang sepadan namun pencapaian berbeda kerap kali jadi beban tersendiri, terlebih lagi selama beberapa bulan terakhir. Perasaan ini bukan hanya satu dua kali kurasakan. Aku bahkan sempat harus rehat terutama dari media sosial dengan dalih upaya menenangkan diri.

Pada waktu-waktu sendiri itu aku tersadar, sembari melihat kembali cerita juga kenangan tentang apa yang dulu pernah aku lakukan. Ternyata aku tidak pernah seburuk apa yang selama ini aku pikirkan. Nyatanya cukup banyak hal yang berhasil aku lakukan dengan baik dan patut untuk dibanggakan. Kebiasaan membanding-bandingkan hanya membawaku pada tanya yang semakin besar: Kok aku nggak bisa kayak gitu?; sebuah pertanyaan yang sebenarnya tidak akan pernah cukup dapat jawaban karena sejatinya parameter keberhasilan dan kesuksesan tidak bisa disamaratakan bagi semua orang dan bukan kapasitas kita untuk menilai.

Teruntuk aku di masa lalu, terima kasih. Terima kasih karena setiap keputusan yang kamu ambil mampu membawa aku sampai di titik ini. Semua kesalahan, kekecewaan, kesedihan, lelah, tangis, tawa, kebahagiaan, dan kerja keras berhasil membuat aku terus berproses untuk semakin mengenal siapa aku sebenarnya serta potensi apa yang aku punya. Walau tidak melejit cepat, walau tidak selalu menang, aku yakin bahwa aku cukup kuat; cukup punya potensi dan mampu untuk terus bertahan dan berjuang. Kelak jika pada waktu yang akan datang ternyata aku bertemu jatuh dan kegagalan, semoga aku tetap sadar bahwa semua sulit yang dulu pernah terjadi nyatanya dapat kulalui dengan baik. 

Teruntuk aku di masa lalu, terima kasih karena sudah mengingatkan bahwa aku hebat dengan caraku sendiri.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top