Apa Mimpi Sederhana yang Ingin Kaucapai Tahun Ini?

Dua ribu dua puluh, tidak dapat dimungkiri, jadi tahun yang berat bagi semua orang. Hari-hari menggunung jadi tumpukan bulan yang harus dilalui dari rumah masing-masing. Walau rasanya waktu berlalu cepat, nyatanya banyak yang terengah-engah melewatinya. Banyak kegiatan tertunda, rencana dibatalkan, diri dihadapkan dengan kegagalan. Namun, sekalipun terasa suram, manusia memang dirancang untuk selalu mampu beradaptasi, untuk terus bertahan, untuk tetap berdiri dan berjuang.

Secara pribadi, saya cukup kewalahan menghadapi tahun dua ribu dua puluh, khususnya dalam kuliah yang tengah saya jalani. Pembelajaran jarak jauh, nyatanya sering kali mendapat kendala. Keleluasaan yang dirasakan karena melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah membuat saya sering terlena dan jadi menggampangkan materi yang tengah dipelajari, dengan alibi bahwa kelas hari itu direkam sehingga bisa saya ulang lagi di lain hari. Rasa malas juga ikut meningkat, terbiasa menumpuk tugas dan mengerjakan dekat tenggat waktu yang diberikan. Kemudahan yang ditawarkan kadang buat lupa diri, menyanggupi ikut kegiatan ini itu, berujung lupa ambil rehat dan jeda. 

Setiap malam pergantian tahun, keluarga saya biasa berkumpul tepat pukul 00.00. Kami berdoa bersama dilanjutkan mengungkapkan harapan serta doa yang diuntai jadi resolusi untuk tahun yang akan datang. Tak lupa, kami juga meminta maaf atas setiap salah yang sempat dilakukan pada hari-hari lampau sepanjang tahun yang akan ditinggalkan. 

Selama tahun dua ribu dua puluh, saya mengukir cerita yang tidak seluruhnya buruk begitu pula sebaliknya. Ada banyak rencana yang terhambat, diubah, bahkan harus dibatalkan. Tahun dua ribu dua puluh akan menjadi tahun paling beda dengan segala cerita di dalamnya. Biarpun demikian, ada hal yang sama dan selalu saya (serta keluarga) lakukan untuk menutup setiap tahun dan menyambut tahun yang baru.

Pada tahun terakhir sebagai mahasiswa, saya malah jarang sekali bertemu dan berbagi cerita dengan kawan-kawan sebelum berpisah. Kecewa dan sedih saya rasakan, namun bukankah hidup umpama sebuah roda yang berputar? Mungkin kita memang tidak berkesempatan sering bersua tahun lalu, tapi semoga tahun 2021 membawa saya bertemu teman-teman yang begitu saya rindukan, dengan gelar dan status yang baru, dengan mimpi juga harapan baru. Semoga kita mampu bersama-sama menamatkan studi pada tahun ini dan berkesempatan berkumpul sebelum kami sama-sama berpisah mencari jalan hidup masing-masing; sebelum kami kembali beradaptasi dengan lingkungan dan kawan yang baru, seperti saat pertama kami saling bertemu. 

Semoga pada tahun ini, roda hidup membawa banyak bahagia untuk saya, kamu, dan kita semua.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top