Sepanjang Jalan Depan Rumah Kita

Di sepanjang jalan depan rumah kita
masih kulihat bayang tubuhmu
Yang cepat menuju ujung jalan
Lalu tertawa sesampainya di sana

Kau mengayuh sepeda kecil
yang cukup kencang lajunya
Yang seketika hilang ditelan jalan
Lalu kembali pada setiap timur.

Kadang kala kau bertanya,
bagaimana kehidupan di sepanjang jalan depan rumah kita?
Yang akan selalu ada aku di dalamnya.

Setelah semua baik saja,
Kau kembali menggenggam tanganku
Yang akan kaulepaskan pelan-pelan.
Lalu kau pergi menjelma tiada.

Bayang tubuhmu yang baru saja lewat,
di sepanjang jalan depan rumah kita
Membuatku kembali menjenguk ingatan
yang sudah lama sakit keras.

Pertanyaanku,

Masih adakah padamu,
sepanjang jalan rumah kita?
Masih adakah padamu,
aku dan kita?

Aku dan sepanjang jalan depan rumah kita,
masih menyimpan hal yang sama.
Dirimu.

Kami merindukanmu.

Aku, merindukanmu.

4.8 5 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top