Sabtu Pagi

Sabtu pagi aku kelelahan untuk bangun. Orang-orang sudah siap dengan isi kepala dan tenaganya yang katanya bisa membangun kota dan kantongnya.

Kamarku merengek minta dibereskan. Ada secangkir hujan jatuh dan aromanya yang membuatku tertidur satu semester, kuliah yang memabukkan. Sapardi tidak sengaja membawa hujan yang disimpan 6 bulan lalu untuk dihidangkan di bulan juni kemudian tumpah menyenggol salah satu peliharaanku, keragu-raguan.

Sekarang ada pelangi di langit-langit kamar kost-ku yang selalu telat kubayar. Aku tidak bisa melihat apakah ia abu-abu atau mejikuhibiniu. Aku buta warna sejak menginjakkan kaki di tempat ini dan mengenal kota.

**

Aku selalu tidur dengan pelukan buku-buku yang merengek minta dibaca di halaman ke-dua puluh satu.

Di kepalaku akan menempel bantal yang tak pernah mau berkenalan dengan sarung. “Aku tidak perlu sembunyi dari apapun”, katanya.

Di ujung kasur kau akan menemukan kakiku menendang kertas-kertas ketika aku menghadapi kenyataan buruk dan kertas-kertas tersusun rapi ketika aku menghadapi mimpi buruk.

Aku benci ketika kau berkata “Semoga mimpi indah”. Tidak ada orang yang ingin mimpinya lebih menyenangkan dari kenyataan.

Setiap pagi aku akan terbangun dari sisa mimpi baik yang kau dengungkan dari jauh dan disambut ketakutan yang memekakkan.

Aku akan menanggalkan bajuku dan melemparnya di tumpukan, katanya mereka lelah menjadi bahan pengakuan.

Aku berdiri telanjang di cermin. Tubuhku adalah kumpulan dan kumparan kesedihan dan kemarahan yang kau lihat di jalanan kota.

Gelandangan, penjual Koran, penjual gorengan, kemacetan, hujan, langit yang mendung, langit yang terik, senja yang sedih, dan sepasang mata pencopet berumur 7 tahun yang kelaparan.

Aku tidak pernah membayangkan seseorang mampu membaca kesedihan tubuhku. Katanya, laki-laki tidak mencintai wanita yang sedih, atau penuh kesedihan, atau terbuat dari kesedihan.

Sabtu pukul 11:23, angin tidak pernah tenang. Ia adalah kumpulan pikiran-pikiranku yang butuh pelukan, atau ambisi kau dan mereka yang katanya mencari kebahagiaan.

2018

3
Leave a Reply

avatar
3 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
anginasiaSuhaera RaisPutri Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Putri
Guest

Suka sekali dengan ini <3

Suhaera Rais
Guest
Suhaera Rais

Terima kasih untuk siapa pun yang telah membuat puisi ini, sungguh istimewa dan sangat bermakna.

anginasia
Guest
anginasia

sangat menyentuh. pertama kalinya aku mendengarkan podcast, dan ini berhasil membuat saya mengangis semalaman. kak Ulfi keren. tapi sayang aku udh setel semua di ‘menjadi manusia’ gak ada lagi podcast dari kak Ulfi.

Top