Benci Setipis Cinta

Dalam hidup, setidaknya dalam sekali kita bertemu dengan seseorang yang menjadikan kita satu-satunya pusat dunianya. Kuharap…

Tidak ada yang istimewa dari pertemuanku dengan lelaki itu. Makan siang tampak biasa saja. Aku pun tidak berencana untuk jatuh cinta padanya, tapi siapa yang tahu jika di hari yang lain ternyata dia membuatku jatuh cinta. Aku sendiri pun tidak tahu apa yang membuatku menyerahkan hatiku padanya. Itu terjadi begitu saja tanpa aku duga sebelumnya. 

Aku melupakan sesuatu ketika mencintainya, bahwa ketika kita mencintai seseorang kita harus menyiapkan hati untuk patah dan melepaskannya dari hati yang kadung cinta. Aku pikir kali ini, hari buruk itu tidak pernah ada. Dan kini aku dihadapkan dengan kenyataan di saat hatiku belum siap untuk terluka kembali. Baru saja aku menikmati segigit bahagia di dalam hidupku yang getir. Namun, betapa pun seharusnya aku mampu pergi darinya, nyatanya sekarang sudah terlambat bagiku untuk pergi darinya. Aku telah memakai kacamata yang salah untuk melihatnya. Aku benci diriku sendiri yang semudah ini dibodohi oleh segala kebohongannya. Berkali-kali aku bertanya pada hatiku sendiri, aku yang terlalu bodoh ataukah kamu yang terlalu lihai menipuku?

“Apa kabar?” katamu. Beraninya kamu menanyakan hal itu kepadaku. Kamu tahu? Tidak ada hari yang aku lewati baik-baik saja setelah apa yang kamu perbuat kepadaku. Sudah sampai sejauh ini aku pergi meninggalkan kota tempat aku menjemput segala impian yang baru setengahnya saja kuraih. Lalu kamu datang menghancurkannya. Apa kamu pikir aku baik-baik saja? Kamu tidak pernah tahu seberapa keras aku berusaha untuk tidur tapi aku justru terjaga di sepanjang malam dengan kenangan pahit yang selalu menyiksaku. Aku tidak lagi merasa hidup. Aku seperti orang hidup yang sudah mati. Lalu bagaimana denganmu? Kamu terlihat begitu mudah kembali menjalani hidupmu yang seharusnya dari dulu tidak perlu ada aku untuk kamu permainkan di saat kamu bosan dengan wanita yang kamu sebut sebagai istrimu itu. Bagaimana rasanya membohongi wanita dungu yang memercayai cintamu? Aku sangat ingin tahu bagaimana kamu bisa kembali hidup dengan tenang, tidur dengan nyenyak, makan dengan nikmat, setelah melukai aku sang badut yang tulus mencintaimu dengan tololnya.

Katakan, di mana letak bahagianya?

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top