Pulang

Pagi dan awal dikayuh bersama, bergegas pergi entah menelusuri nasib yang mana

Melalui ingar jalanan, pengap dipenuhi ambisi

Puluhan hingga ratusan wajah yang berbeda setiap hari kutemui, sibuk bergegas mengejar mimpi dan ambisi masing-masing

Pergi mengejar segala bentuk ambisi yang ada di kepala.

Aku memungut kisah-kisah yang berserakan di jalanan

Tawa yang riuh, kesedihan yang meluap

Serta cuplikan kisah-kisah lainnya yang tertinggal di tengah ingar bingar jalanan.

Ketika mentari menanggalkan cahayanya, kita kembali dari rutinitas yang memabukkan

Kembali menelusuri ingar bingar jalanan

Deretan kemacetan pukul lima sore

Alunan gitar yang dipetik pengamen jalanan di setiap deretan lampu merah

Serta wajah-wajah lelah yang mengeluh untuk meminta segera pulang.

Perjalanan selalu menawarkan banyak kisah yang melelahkan

Beruntungnya dari setiap perjalanan akan selalu berujung pada ritual pulang

Selalu ada jalan bernama ‘pulang’ yang menawarkan rasa aman, ketika ingin berpaling dari sekelebat rumitnya suatu tuntutan.

Maka, pulanglah ketika kau sedang lelah berjuang pada kepergianmu

Karena, ke mana pun kamu pergi, sejauh apa pun kakimu melangkah, dan pada siapa pun kamu menghadap

Kedua kakimu akan menuntunmu pulang menuju mereka yang mengajarimu bagaimana caranya berjalan.

4.8 5 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top