folder Filed in Puisi, Sepasang, Yang Akan, Yang Sekarang
Resiprokal
Kau ambil persediaan kayu di lebat hutanmu menggenggam sebagian aku dan kesetiaan adalah bahan bakar yang tersisa menghangatkan seisi ruang tamu.
Teti Diana comment 0 Comments access_time 1 min read

Sejak hari itu
aku berjalan ke dalam tatapmu
memperkenalkan diriku
menyambut dingin di gerbang kelopak yang jauh menatap.

Sejauh aku menjelajahi rimba di matamu,
selalu kujumpai rasa takut yang memenjarakan retina
agar cahaya sirna sebelum hari kau rajut.

Pernah sekali waktu, mata kita bertamu.
Kau melihat mata sayuku.

Mulai detik itu,
kau ambil persediaan kayu di lebat hutanmu
menggenggam sebagian aku
dan kesetiaan adalah bahan bakar yang tersisa
menghangatkan seisi ruang tamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment