Psikopat: Mungkinkah Mereka Jatuh Cinta?

Baru-baru ini, Netflix kembali mengeluarkan serial lanjutan dari seri orisinalnya, You, bercerita mengenai seorang psikopat yang jatuh cinta kepada seorang wanita. Tak berselang dari itu, saya diminta oleh editor saya untuk menuliskan esai mengenai psikopati. Dan tanpa basa-basi, pikiran saya lantas tertuju pada karakter Joe Goldberg dalam serial You yang menurut saya cukup menarik untuk ditelisik lebih jauh.

Seperti kebanyakan awam, tentunya kita akan setuju bahwa Joe Goldberg adalah seorang psikopat. Psikopati sendiri adalah salah satu kepribadian gelap dalam Dark Triad yang cenderung memiliki empati yang rendah, perilaku antisosial, manipulatif, serta merupakan pembohong patologis. Tapi bagaimana kalau ternyata Joe yang kita kenal melalui serial You ini bukanlah sosok psikopat? Pada beberapa sumber yang sempat saya baca mengenai karakter Joe, saya belajar bahwa ia adalah seorang narsistik dan antisosial yang memiliki beberapa gangguan kejiwaan secara sekaligus sehingga ia bisa berakhir melakukan apa yang ia lakukan dalam film.

Jadi kalau ia bukan seseorang dengan gangguan psikopati, lantas siapa ya karakter psikopat lain yang cukup mengingatkan saya kepada karakter Joe Goldberg ini?

Nama pertama yang terlintas di otak saya kala menuliskan pertanyaan di atas ialah Hannibal Lecter, karakter fiktif dan seorang psikopat yang kita kenal melalui buku karangan Thomas Harris. Entah mengapa, walau saya tau keduanya adalah sosok yang berbeda dengan masing-masing latar cerita dan gangguan kejiwaannya, keduanya tetap mengantarkan saya pada rasa penasaran ketika bicara mengenai karakter psikopat yang jatuh cinta. Pertanyaan saya sederhana: mungkinkah dalam praktik nyata, seorang psikopat benar-benar bisa jatuh cinta? Ataukah hal itu hanya terjadi di film-film populer yang kita tonton saja?

Dari beberapa tulisan lain yang saya temukan, saya pun mempelajari fakta bahwa ternyata kebanyakan kepribadian psikopati ini sering kali diikuti dengan kepribadian antisosial. Sedangkan dari bacaan lain yang saya temukan, kebanyakan orang-orang dengan gangguan kepribadian antisosial hampir tidak pernah/bisa menunjukkan empati terhadap orang lain. Sampai di sini, pertanyaan saya sebenarnya masih sama saja: mungkinkah mereka jatuh cinta?

Ternyata, berdasarkan penelitian Susan Krauss Whitbourne, seorang profesor asal University of Massachusetts Amherst, terbukti bahwa orang-orang dengan gangguan psikopati masih bisa merasakan cinta walau tidak dengan kadar yang sewajarnya seperti manusia pada umumnya. Ia juga mengatakan bahwa kita, sebagai pasangan dari orang yang memiliki gangguan psikopati, harus bisa membiasakan diri dengan banyaknya ketidakmampuan mereka dalam mengutarakan cinta yang sewajarnya.

Setelah menemukan jawaban dari pertanyaan penasaran saya itu, saya jadi sedikit mengerti: psikopat pun adalah manusia yang ternyata juga bisa jatuh cinta. Mungkin ada banyak Hannibal Lecter di luar sana yang tidak kita ketahui keberadaannya. Mungkin mereka juga pernah jatuh cinta. Mungkin sebenarnya ada cerita di balik bagaimana mereka bisa berakhir memiliki gangguan psikopati itu dalam dirinya. Benar, kemungkinan itu ada. Namun apa pun itu kemungkinannya, jatuh cinta adalah naluri manusia. Psikopat atau bukan, bukankah jatuh cinta adalah perasaan yang menyenangkan?

Bacaan Lebih Lanjut:

Mateo, Ashley. 2019. “Are Sociopaths Capable of Love?”. Diakses pada 21 Oktober 2021.

Naftulin, Julia. 2020. “‘You’ fans think Joe is a psychopath, but mental health experts say they’re wrong”. Diakses pada 20 Oktober 2021.

Reiman, Sean. 2019. “Dissection of Psychology: A Look Inside of the Mind and Nature of Dr. Hannibal Lecter”. Diakses pada 20 Oktober 2021.


Whitbourne, Susan Krauss. 2015. “What Happens When a Psychopath Falls in Love”. Diakses pada 19 Oktober 2021.

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top