Di Balik Jendela

Dalam lamunanku, aku menyadari bahwa manusia tidak pernah sendiri. “Kalau aku pergi dan tidak menemanimu lagi bagaimana?” adalah pertanyaan yang membuatku tersadar dari lamunan.  Aku rasa, aku tidak akan takut. Aku lihat tatapannya yang berubah heran dan penasaran, tapi paras teduhnya masih sama. Kugenggam tangannya dan tersenyum, “Mengapa aku harus takut? Kau ‘kan orang baik.” Ia mencubit kecil tanganku dan aku membiarkannya seraya berkata, “Menurutku, orang-orang baik akan selalu hadir dan hidup dalam diriku. Boleh saja raganya sudah tidak lagi ada. Entah raganya bersama kekasih barunya, entah raganya sudah diserahkan oleh ayahnya dan terdengar suara sah yang bergema, atau raganya sedang berkelana mencari entah apa, atau mungkin raganya kembali ke mahacinta; orang itu akan selalu ada.”

Ia beranjak dari duduknya dan melihat ke arah jendela, “Aku tak paham maksudmu.” Aku pun berdiri di sampingnya, kugenggam tangannya dan menatap ke luar jendela, “Dulu, aku takut kehilanganmu. Sekarang aku tidak begitu khawatir ataupun takut, banyak arti yang kini kumengerti, banyak penolakan yang kini kumampu terima, banyak beban yang kini kutanggalkan, banyak udara yang kini mudah kuhela, cinta terasa tepat tiap harinya.”

“Aku merasa hidupmu membantuku untuk menghadirkan cinta. Lebih dari itu, kau membantu menghadirkan aku dalam diriku sendiri. Karenanya aku berhasil mencipta dan merasakan makna. Jangan mengkhawatirkanku, pergilah, jika kau membutuhkan itu. Hadirmu selalu ada dan bermakna, kau tau itu. Aku pun tidak mengkhawatirkan kepergianmu, karena menurutku akan ada seseorang yang selalu hidup dan ada dalam diri, walaupun raganya sudah tidak lagi di sini.” Wajah teduhnya kini dibasahi air mata, kutatap matanya dan berkata “Tapi, yang kutakut dan khawatirkan, hadirku tak terasa. Hanya kekosongan yang kau rasa walau ragaku masih ada.” Seketika senyum manis itu kembali terlukis di sana, ia meraih dan memelukku. Dari jendela, kulihat gelap malam dan hujan yang belum usai. Namun, aku merasakan kehangatan sedang tercipta.

4.8 4 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top