folder Filed in Adalah, Hidup, Puisi, Senadi
Pangestu
Tahun ini, sepantasnya genap dua puluh empat tahun usia pernikahan kalian. Sayang, kandas raga Ibu meninggalkan rongga menganga dalam jiwa Bapak.
Tarine Aru Ariadno comment 0 Comments access_time 1 min read

Kali pertama Bapak bersuka tanpa hadirmu.

Tahun ini, sepantasnya genap dua puluh empat tahun usia pernikahan kalian.

 

Sayang,

kandas raga Ibu meninggalkan rongga menganga dalam jiwa Bapak.

 

Walau paut cinta Bapak pada Ibu terbilang abadi.

Tiap malam, meraung rindu keluhnya dalam diam.

 

Sedatangnya tuan matahari, kembali Bapak pasang kokoh tembok kemauan tuk bernafas.

Hanya pembawaan tegar yang diberi lihat pada anak daranya.

Sisa satu pilar ini terus teringat dalam mendorong kejayaan sang keluarga.

Sungguh, tersayat hati buah dari realita tanggung jawab mengalahkan perasaan.

 

Ibu,

Izinkan kami merengkuh lembut selagi raga Bapak masih bermain di panggung dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment