Kembali Mencari Arti

Dunia kadang terlalu berisik, membuat kita masuk dalam perjalanan tanpa titik.

Siang malam tak ada beda, terus lari, kejar apa?

Harta, reputasi, harga diri?

 

Mati-matian kita usaha, korbankan waktu dan tenaga, mengabaikan suara kecil dalam hati, yang meminta untuk berhenti.

Pendapat orang diutamakan, lupa bersikap adil pada diri sendiri, yang selalu diduakan.

 

Kita coba kendalikan keadaan, marah saat semua tak sesuai harapan.

Kita buat rencana, tapi lupa kalau Tuhan yang punya kuasa. 

Kita salahkan diri sendiri, akibat situasi yang tak pasti, karena rencana harus berganti.

Kita limpahkan kesal, yang berujung sesal, akibat kebencian terhadap ketidakpastian. 

 

Situasi sekarang memaksa kita sadar. 

Ada kekuatan yang lebih besar. 

Membuat kita mulai perhatikan, waktu istirahat yang telah lama hilang, yang kita korbankan untuk mengejar uang. 

 

Tidak butuh waktu lama untuk Tuhan menyadarkan, betapa berharganya sebuah perjumpaan. 

Betapa manisnya pertanyaan apa kabar, yang tak sempat terucapkan.

Betapa bernilainya kata maaf, yang enggan kita katakan, pada orang-orang tersayang. 

 

Saat ini kita belajar, bahwa hidup tak selamanya berlari. 

Perlu sejenak berhenti, untuk kembali memaknai, hal-hal sederhana yang telah lama terlupakan. 

Mencoba kembali mengenal diri, mendengar suara hati, yang telah lama terabaikan.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Angeli Nurmega Defi
1 year ago

Jatuh cinta dengan kata.

Top