Juara Kedua

Pengertian kata juara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang (regu) yang mendapatkan kemenangan di pertandingan terakhir.

Ketika mendengar kata “juara” apa yang muncul di benak kalian? Bahagia? Mendapat hadiah? Ucapan selamat?

Seharusnya memang seperti itu. Namun tiga hal di atas tidak berlaku apabila kita menjadi juara kedua di dalam kehidupan seseorang yang kita anggap mereka sebagai juara satu di hidup kita.

Dahulu, saya sempat merasa bahagia meskipun saya menjadi juara kedua; kebahagiaan yang sempat membuat saya memaknai diri saya sendiri sebagai perempuan paling bahagia.

Dahulu, saya merasa kehadirannya ketika saya membutuhkan telinga, dekapan, dan kalimat penenang lainnya sebagai sebuah anugerah. Saya ingat ketika ia selalu meluangkan banyak waktunya untuk sekadar bertukar cerita, begitu pula sebaliknya.

Dahulu, saya merasa bersyukur ketika banyak orang di sekitar saya berkata, “Beruntung ya kamu punya dia. Pacaran aja gih!” Setiap kali mendengar pernyataan itu, kami hanya tersenyum satu sama lain. Seolah-olah kami paham perasaan kami masing-masing. Seolah-olah kami tahu ke mana kami berdua akan melangkah selanjutnya.

Dahulu saya merasa menjadi juara kedua itu, begitu indah. Sampai akhirnya muncul pertanyaan dari benak dan pikiran saya,

Sampai kapan pertandingan perebutan juara pertama ini akan berlangsung? Di mana garis finisnya?

Bertahun-tahun saya berusaha mencari di mana ujung pertandingan ini, sendirian, tanpa dia ketahui. Namun hasilnya, nihil. Saya tidak pernah sampai ke garis finis yang selama ini saya cari. Saya tidak lagi ada di posisi juara kedua. Saya justru ditendang jauh-jauh dari kehidupannya. Yang saya peroleh hanyalah ucapan selamat tinggal yang saya simpulkan sendiri. Bukan ucapan selamat berbahagia karena saya berhasil mencapai garis finis dan menjadi juara pertama di hatinya.

Selama proses pencarian garis finis dan pertandingan memperebutkan juara pertama ini, saya belajar bahwa menyandang predikat juara sama sekali tidak menjadi jaminan akan akhir yang indah. Baik juara pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya bisa saja terkalahkan dengan sosok baru yang bahkan belum pernah menjadi juara sebelumnya; datang menginvasi semuanya, bak kuda hitam.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top