Sebenarnya Siapa Dirimu

Banyak orang yang berpikir, menjadi lucu dan penuh candaan adalah hal yang lumrah—atau mungkin—dia hanya manusia gila. Semakin kamu menunjukkan gurauanmu, semakin kamu tertawa dengan perbuatanmu yang bodoh itu, semakin juga manusia lain menganggap kamu ini sangat bahagia.

Beranjak dewasa dan bertemu manusia lain, semakin dekat seperti tanpa jarak, lalu semakin juga manusia-manusia menilaimu dengan apa yang mereka lihat dan apa yang mereka kenal. Padahal, kamu bisa saja lebih jahat dari perkiraan orang-orang itu, atau tepatnya, lebih gila dari kenyataannya.

Kalau ada baris terakhir yang aku tulis, manusia yang tertawa bukan berarti bahagia, manusia yang menangis tidak berarti kehidupannya selalu penuh dengan kesedihan. Bahkan terkadang kamu sendiri tidak mengenal siapa dirimu, apakah manusia gila yang kerap kali menawarkan gurauan pada yang lain? Atau manusia sedih yang hanya bisa menangis setiap malam? Lantas, siapa sebenarnya dirimu?

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top