folder Filed in Adalah, Prosa, Puisi
Ketika Bermusuhan
Aku batu. Sekeras kepalamu atau tawa canggungku. Keras tiada ampun. Aku melempar diriku pada kamu, berharap mengintimidasi.
Stefany Chandra comment 0 Comments access_time 1 min read

Aku batu. Sekeras kepalamu atau tawa canggungku. Keras tiada ampun. Aku melempar diriku pada kamu, berharap mengintimidasi. Intens, berulang kali. Tak masalah seberapa sering aku terkikis. Aku tahu aku tetap lebih keras darimu. Sampai aku tahu apa itu kamu.

Asam. Cukup dosisnya untuk membunuhku. Setetes, dua tetes, mengalir di nadi-nadiku.
Waktu aku bertemu denganmu, korosif penuh. Penyerahan total. Meluruh, tak bernapas.

Habis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment