Sebuah Konspirasi Untukmu

Mungkin ini hanya rasa penasaran, atau mungkin sebatas pelampiasan, tapi bisa jadi ini adalah bentuk nyata sebuah perasaan. Ada banyak kemungkinan yang akan terjadi di depan sana, dan salah satu yang kutunggu yaitu mengenalmu. Mengenalmu lebih dalam lagi untuk tau tentang: tempat tinggalmu, keluargamu, hal-hal favoritmu, cinta pertamamu, kehidupanmu, dan impianmu. Mungkin, mengenalmu seperti yang kuinginkan akan menjadi kemungkinan yang dapat terjadi, mungkin juga tidak, karena aku terlalu payah. Aku terlalu payah dalam mengenal diriku sendiri sehingga aku terlalu takut mengenal orang lain jauh lebih dalam dibanding diriku sendiri. Aku takut pada akhirnya aku akan lupa siapa diriku, ketika aku terlalu bersemangat mengenal dirimu. Dan mungkin, ketakutan itu tidak pula terjadi, jika kelak ternyata dirimu ialah orang yang baik, yang akan mengingatkanku setiap aku mulai melupakan diriku sendiri, ketika aku begitu bersemangat saat bersamamu. Atau mungkin itu hanya bagian dari kemungkinan yang tidak akan terjadi?

Kamu tau bukan? Dalam hidup kita diajarkan untuk menjadi seseorang yang optimis dan percaya diri. Dan aku tidak memiliki keduanya. Walaupun aku tau setiap kali aku merasa tidak percaya diri, hal buruk akan benar-benar terjadi. Dan setiap aku merasa pesimis, pada akhirnya aku akan gagal. Aku hanya memiliki kepercayaan atas segala kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam hidup ini. Aku percaya bahwa kegagalan yang terjadi akan membawaku ke sebuah tempat yang selama ini benar-benar kuiginkan. Walaupun membutuhkan banyak perjuangan dalam melewati segala rintangan, aku percaya kemungkinan yang kunginkan itu kelak menjadi kenyataan. Iya, aku ini masih percaya adanya Tuhan. Aku pun selalu meminta bantuan kepada-Nya, memohon melalui doa yang kulantunkan. Walaupun bukan pada sepertiga malam, aku yakin Ia tetap mendengarkan dan membantuku untuk mewujudkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak mungkin dapat benar-benar terjadi.

Sayangnya, aku ini termasuk orang yang percaya dengan konspirasi. Bukan konspirasi yang banyak beredar, tapi konspirasi yang kubuat sendiri. Konspirasi yang terjadi di kehidupanku sendiri. Entah kenapa aku tidak bisa menyebutnya takdir karena pada akhirnya kita tidak akan tau seperti apa takdir yang kita miliki. Hal-hal ini akan berubah seiring berubahnya keadaan. Karena itu, bagiku ini semua adalah bagian dari konspirasi kehidupan, seperti konspirasi angka tiga belas yang dulu kualami, dan salah satunya ialah konspirasi tentangmu. Andai saja kamu benar-benar ingin tau tentang konspirasi apa yang terjadi mengenai dirimu, aku dengan sukarela menceritakannya langsung kepadamu, sambil menatap matamu dan meresapinya dalam-dalam, membaca air mukamu saat kau mendengarkan konspirasi gila tentangmu, ditemani secangkir kopi dari kedai yang terkenal itu.

4.6 7 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top