folder Filed in Adalah, Puisi
Pikiran-Pikiran Itu
Dugasangka membunuh segalanya.
Siti Nurul Zainab comment 7 Comments access_time 1 min read

Kadang kita terlalu takut. Sampai tidak melakukan apa-apa.

Kadang kita terlalu cemas sampai tidak menyatakan apa-apa.

Kadang kita terlalu ragu

Sampai tidak mengungkapkan apa-apa.

 

Kita hanya sampai pada perasaaan tertinggi.

Tapi tidak pada tindakan yang tertinggi.

 

Kita masih di sini. Tidak ke mana-mana.

Sebatas yang terasa.

Sebatas yang terlewat.

 

Kadang hal yang kita takuti belum tentu terjadi.

Yang kita cemasi belum tentu mengecewai.

Yang kita ragukan belum tentu sesuai.

 

Kita lebih sering berandai-andai.

Lebih sering menafsirkan sesuatu berdasarkan kesimpulan cepat bukan tepat.

Hal hal ini seringkali bukan benar perasaan.

Bukan benar perasaan tertinggi.

 

Ini menandakan kelemahan.

Perasaan terlemah dari kita.

Itulah sebab, pengungkapan lebih terasa sulit.

Karena hasilnya sudah ditentukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

  1. Menghitung jam, menit dan detik menuju pengumuman SNMPTN esok pagi.
    Tulisan ini membuat saya tersadar, terimakasih banyak

  2. Hanya sampai pada perasan tertinggi, tapi tidak pada tindakan tertinggi.

    Tepat sekaligus menohok. Terlalu larut dalam buaian rasa takut dan cemas akan segala hal membuat perubahan yang seharusnya berubah, menjadi tidak berwujud