Perempuan yang Menapaki Jalan Pulang Kehilangan

Perempuan itu pandai bersembunyi
Di balik sepatah kata tak berirama
Juga riuh air yang sumbang sunyi

Kaki-kakinya sibuk menapaki jalan pulang kehilangan
Yang gelap penuh duka nestapa
Sorot matanya teduh menyelami luapan kesedihan
Yang dalam dan penuh penghakiman

Dibasuhnya rindu yang tersisa dengan air mata kepiluan, segera dan tergesa

Sebab,
Tiada lagi rayuan harap yang hendak dilangitkan
Tiada lagi senyuman hangat yang ingin disajikan

4.5 8 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top