Tentang Merdeka

Tinggi sekali “nasionalisme”, sampai longsor rasa penghargaan di hati.

 

 

Berbagai hari perayaan kita jadikan alasan untuk mengenang masa lalu, yang disebut-sebut penuh perjuangan. Seakan-akan buta dengan makna merdeka, kita mengikat diri dengan kain panjang ketat, kepusingan naskah orasi, dan hamburan harta untuk kudapan-kudapan yang katanya bermakna.

 

Bukankah berjalan santai sambil scrolling informasi terbaru adalah imaji merdeka masa lalu?

 

Upacara bendera, siapa yang mau?

 

Berempati dan mengingat kembali mungkin bisa menjadi bentuk penghormatan. Tapi adik-adik seragam putih merah, mereka ingat apa tentang perjuangan mengibarkan bendera merah putih yang dulu dibuat oleh tangan halus… siapa? Mengheningkan cipta untuk mengenang pahlawan… yang mana? Mungkin hanya bunda di rumah, pahlawan yang kita kenal baik.

 

Bukankah budak namanya kalau terseok-seok pada apa yang seharusnya, apa yang sewajibnya, apa yang katanya paling baik?

 

Menangislah mereka yang mengumandangkan kata merdeka paling keras dan paling konkret. Melihat rakyatnya berdesak-desakkan mencari mana yang paling benar, mana yang paling tenar, tapi gemetar pada satu dan sekarang. Sekali mereka membuat upacara pada masanya. Pada waktu kebutuhannya. Pada pemaknaannya.

 

Bukankah semestinya kita menjadi bendera yang berkibar sekarang?

 

Disiap-siapkan, dilipat dengan rapi, dikerek beramai-ramai, dinyanyi-nyanyikan, dan diberi penghormatan. Mereka sudah berjuang. Biar kemudian merah putih dapat berdiri setinggi-tingginya dan sebebas-bebasnya. Biar kemudian kita bisa berbangga, berdiri, berkarya.

 

Bendera bisa berkibar di mana saja, tidak lekang oleh waktu, tidak lepas dari ikatnya.

Karya bisa dari siapa saja, sekarang, sesuai pemaknaannya.

 

Tapi yang terjajah oleh waktu, akan tinggal dan tidak dapat memberi peninggalan.

Karena lupa, padi baru merunduk jika sudah terisi.

Mungkin budi juga tinggal dan sulit melihat ke depan.

Sehingga pekerti sulit ditemukan.

Banyak karya berkeliaran membawa jamur ulah tak berpenghormatan?

 

Tapi karya adalah rupa kemerdekaan.

 

Jangan minta padi merunduk kalau belum diberi pupuk.

Merdeka itu persoal makna.

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top