Aku ingin kembali menjadi karya sastra yang senantiasa kau baca di sore hari.

Saat kata-kata kau tuturkan dengan paduan manis brownies sembari menenangkan jiwa dari kepenatan sanubari.

Sudah cukup untuk hari ini, bukan? Biarlah aku sebagai pemanis akhir harimu.

Aku bisa menjelma puisi, senantiasa melindungi seorang kamu dari antologi rasa.

Aku dapat menjelma cerpen, selalu membantu seorang kamu kabur dari realitas masa.

Aku tentu menjelma novel, sepenuh hati membelai rambutmu yang kini memanjang

; belum juga kau pangkas. Sudah berapa lama?

 

Aku ingin kembali menjadi karya sastra yang senantiasa kau nikmati di awal hari.

Ketika mentari mendebarkan kisah cinta dengan percikan cahayanya,

Ketika senyummu kembali melebar untuk mendekapku dalam kehangatan duniawi,

Ketika dunia hancur di balik tirai panggung ini, kau akan menemuiku dalam tangis

; apakah kau ingin mengulang lagi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment