Kita (Ber)sama

Dari kecil, aku mengira bahwa bulan Juni akan hadir dengan bunga-bunga musim semi yang menemaninya. Lengkap dengan bunga matahari, pot pohon bonsai ataupun tanaman liar, dan hujan segar yang menemani masa-masa sendiri. Kata mereka, we are all in this together, jadi seharusnya, cinta lebih banyak bertebaran di dunia virtual. Sesaat aku mengucapkan selamat tinggal kepada bulan Mei.

Kurasa, hari-hari selanjutnya tidak akan begitu buruk.

Tetapi, mereka tidak memutuskan untuk diam.

Bertubi-tubi, dendam dan kebencian meradang di antara komentar-komentar media sosial. Tagar menjadi laskar, yang diam mulai bersuara.

Setelah lama bersembunyi, sebuah luka muncul kembali.

Kebenaran muncul untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang sudah lama tersakiti.

Dari kecil, aku mengira bahwa bulan Juni akan hadir dengan bunga-bunga musim semi yang menemaninya. Ada beragam jenis, ada beragam warna. Lengkap dengan keberanian, cinta terpendam, hak untuk berbicara, pengakuan, dan ucapan saling menguatkan dalam masa-masa yang bakal lebih sulit lagi. Kata mereka, we are all in this together. Dan memang, kita yang dulunya terluka oleh perkataan-perkataan ganas kini sudah bersiap untuk melawan kembali.

Teruntuk bulan Juni, beragam warna, dan suara yang pernah hilang;

Kita semua bersama dalam hal ini.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top