Tidak Satu, Aku Bersamamu

Seperti seharusnya, cerita-ceritamu yang sangat membanggakan individu; adapun aku, dengan telinga dan seribu makna diamku. Untukmu yang melindungiku, selalu menyempatkan bila ada waktu. Walaupun sering bersembunyi, menyimpan segala sesuatu sendiri, kau tahu bahwa aku peduli. Kita membatasi ruang-ruang khayalan ke masa depan, sebab saat ini kaugenggam aku seperti takut kehilangan.

Jika sepi menghampiriku, aku harap kau ada; bersama ceritamu dan diamku, di selasar rumah hanya kita. Kauberikan bahagiamu tanpa meminta kembali, sebab bagimu aku adalah pelabuhan yang kekurangan air. Sehingga kedatanganmu yang membawa cerita sebagai teman, sudah memenuhiku yang sering hampa. Dan malam cepat berlalu, akan kutunggu kau di pagi nanti. Agar kau tahu, sendirimu ada yang memahami dan aku sebagai keluarga barumu. Kian kubagikan banyak hal bersama, yang jauh dan dekat, takkan kubedakan kau dengan sanak saudara di rumah.

Seperti ini saja, aku menyukaimu yang sekarang. Jika di hari-hari tersulit dan tak mampu menjalaninya sendiri, kau bisa datang ke rumah; sebagai teman ataupun keluarga. Kau tak perlu lagi khawatir, sebab hanya aku yang tahu kehidupan yang kaulalui. Sendirimu tak perlu diobati, waktu juga tak bisa menanti. Saat ini, biarkan aku yang menemani. Kembalilah, datang jika kau mau. Pulanglah, sebelum aku mencarimu.

4.5 11 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top