Nama Samaran

Namaku adalah malapetaka di hari semu,
selalu dinanti mimpi buruk di depan pintu.
Kata-katanya menyenangkan hati perundung,
sudah tak berarti lagi bagiku yang suka hilang tak tertuju.

Aku sebagai candaan dan kesenangan pada hari-harimu.
Sebagai bahan kekosongan darimu yang tak mampu,
hanya demi menutupi sebuah kekurangan, alih-alih rasa malu.
Panggilan itu bukan segala akhir darimu yang sering mengganggu.
Perlakuanmu pun sudah di batas dayaku,
terpaku oleh mimpi buruk kian baru.

Aku seperti mengejar bayangan, mimpiku ikut tersamarkan.
Perlahan aku dilupakan dan hilang di ketiadaan.
Namaku disebut dengan kata-kata tambahan.
Berulang dan berkelanjutan, sampai kapan?

Meski sesaat, rasanya seperti selamanya.
Aku terkurung dengan katanya dan rasa itu hinggap menjadi pikiran.
Menarik diri dari lingkungan yang sekiranya sama.
Bukan diriku, aku menjadi lain karena demikian.
Akhirnya menyelesaikan tanpa perdebatan dan perkelahian.
Namun, akan selalu ada dan nyata.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top