Minggu Kala Sepi

Mata angin menuju, kaki-kaki berlari,
ada rindu-rindu;
tak diterima, dibiarkan mati.

Jangan kausalahkan arti, sebab kaki-kaki penuh pendiri
adalah yang senang sendiri.
Kau yang berkelana, siapa yang menanti?
Dengan hari-hari, tawamu memenuhi jiwa
sedia merangkul dan genggam mimpi
dan harapan,
jika luka adalah kenangan.

Kaki-kaki merindu, berlari tak menentu–
adakah pesan untuk diterima,
adakah alamat untuk dituju,
pekan sudah bertahan, bersama;
ada rindu-rindu dijejaki, temani malam yang berdiri
dengan ramai di nadi
dengan luka rupa di sini.

4.9 10 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top