Keramaian yang Sendirian

Sebagai manusia yang banyak diam dan lebih senang mendengarkan, aku adalah tipe manusia langka di sebuah pertemanan. Di saat sekitarku mengeluarkan pendapat atau bersenang-senang, aku hanya menatap datar dan tetap diam. Aku membiarkan semua terjadi dan berlalu; selalu. Seolah hari-hari terulangi lagi, hari-hari terus kembali. Hal tersebut membuatku takut melangkah dan memberikan perhatian kepada mereka. Sebab ketika aku ingin mengatakan sesuatu, tak jarang mereka pun memalingkan kepala seperti tak terjadi apa-apa.

Terkadang, aku ingin menyalahkan mereka yang terlalu berisik dan tidak bisa membiarkanku tenang. Mereka terus hadir dan menemaniku yang sendirian, mungkin, mereka berpikir aku kesepian. Padahal, aku sedang mencoba memahami diriku yang hadir di tengah mereka. Namun, sampai saat ini aku tak mampu mengatakannya secara langsung; segala isi perasaan maupun pikiran itu. Aku merasa seperti batu di antara keramaian yang diciptakan mereka dan merasa gagal menjadi seorang teman, yang tidak bisa diajak bersenang-senang dan bercanda bersama.

Apakah kehadiranku berarti bagimu?
Apakah kau bisa mendengar?
Bagaimana dengan suaraku, apa terdengar dengan jelas?
Aku tidak didengarkan. Kita ini apa?
Jika kausebut aku adalah teman, bagaimana caranya berteman?
Tolong beri tahu aku.

Aku sadar, begitu menyenangkannya mendengar. Namun, sangat sulit menyadarkanmu untuk mendengarkanku–cerita-cerita yang aku punya, mungkin tak bisa kaumengerti dan pahami. Sebab aku adalah penyendiri yang memiliki dunianya sendiri, di dalam kepalaku ini banyak sekali suara dan gambaran yang ingin kubagi. Dan kini, aku hanya menatapmu pergi, menjauh dari kesunyian yang mengerikan ini. Maafkan aku sudah membuatmu tak nyaman, aku berharap masing-masing kita menyadari akan perbuatan yang telah terjadi dan menjadi peringatan agar hal ini tak terjadi kepada seseorang yang akan menjadi temanmu nanti.

4.8 4 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
3 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ren
Ren
1 month ago

Aku merasa terwakili.

Rizki
Rizki
1 month ago

Terimakasih,kamu tidak sendirian kok

Mutia
Mutia
1 month ago

Terima kasih.
Aku, kamu, dan kita adalah manusia-manusia hebat

Top