Satu Tanya Penyembuh

Tidak banyak yang bisa diucapkan ketika seseorang sedang dalam masa tergelapnya. Beberapa memilih untuk menyendiri lalu mengurung diri. Beberapa lainnya memilih untuk keluar dengan berbagai topeng. Ada ia yang tersenyum sepanjang hari, tapi merasa kosong jauh di lubuk hati. Ada pula ia yang mencari pengakuan hanya untuk menguatkan diri.

Tidak semua orang memiliki keberanian untuk membuka hati. Berjalan, meski hanya satu langkah, tampak tak mudah. Berdiam di tempat yang sama atau bergerak menggunakan topeng, itu adalah pilihan.

Pertanyaan, satu demi satu muncul. Segala tawa terasa hambar dan menyiksa. Sepulangnya dari riuh, maka ia akan berdiam barang satu sampai lima detik. Selanjutnya langkah gontai menuntunnya untuk menjalankan apa yang harus dijalankan.

Tidak pernah tahu.

Kita tidak pernah tahu bagaimana orang yang ada di depan kita. Mungkin ia mengulum senyum, tapi menutup ragu. Atau tawa bergema, tetapi jiwa hampa. Tidak pernah ada yang tahu.

Satu kata yang akan mengetuk hati yang sesungguhnya luka:

“Apa kabar hari ini?”

“Apakah semua baik–baik saja?”

“Bagaimana hari ini? Bahagia?”

Satu dari tiga pertanyaan itu akan mengetuk hati siapa saja yang sedang sendu. Bahkan, jauh di sana, seseorang menangis sedu mendapati satu tanya itu. Bagi dia, satu tanya adalah satu pelukan terhangat. Satu tanya mengubah kesendirian yang dingin menjadi senyum yang hangat.

Awalnya, tanya itu sangat klise dan sederhana. Namun entah bagaimana, ketika yang kita anggap “murah” justru kini menjadi satu ketukan hangat untuk pintu yang tertutup rapat dan dingin.

Aku menulis ini dengan rasa penuh kasih, memeluk kalian yang sedang sendiri dan sepi:

“Apa kabar kalian?”

“Apakah semua baik–baik saja?”

“Hari ini, kalian bahagia?”

Tidak ada yang bisa kulakukan, selain mengirim bait doa untuk segala kebaikan.

“Aku harap kalian baik–baik saja. Setidaknya, jika memang hidup sudah berat, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Tak apa berhenti sejenak. Jika merasa sesak, tariklah napas, dan hanya satu embusan napas saja, pejamkan mata, bacalah mantra apa saja. Semua akan baik-baik saja. Segala akan bahagia.”

4.4 9 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top