folder Filed in Perspektif, Yang Lain
Es Krim
Sebuah gumaman karena hal kecil: es krim. Aku sudah tidak bisa menikmatinya lagi gara-gara perbuatan manusia.
Safitri Nurrohmaningrum comment 0 Comments access_time 2 min read

Waktu aku kecil, aku selalu membayangkan bisa memakan es krim sebanyak yang aku mau. Bahkan aku ingin memiliki rumah yang terbuat dari es krim.  Aku menyukai es krim rasa coklat, apalagi kalau di dalamnya terdapat lelehan coklat. Aku tidak peduli dengan perkataan dokter gigi yang botak itu. Berpuluh-puluh kali ia mengatakan hal  yang sama, “Es krim membuat gigimu rusak.”

Siapa yang peduli? Aku hanya  ingin memakan es krim sebanyak mungkin.

Kini usiaku sudah tiga puluh lima tahun, dan aku masih menyukai es krim. Hanya saja aku tak lagi bermimpi memiliki rumah yang terbuat dari es krim. Mana mampu es krim bertahan  dari panasnya matahari?

Aku mengutuki manusia-manusia yang membuat cuaca semakin panas. Aku mengutuki mereka yang membuat es krim meleleh dalam waktu singkat. Aku tidak bisa lagi menikmati  es krim seperti dahulu. Lima menit saja berada di bawah terik, es krim akan langsung mencair, mengotori bajuku. Sejak saat itu aku jarang membeli es krim, kecuali aku berada di ruangan yang  ber-AC. Ahh, untuk apa makan es krim di ruang ber-AC?

Dahulu semua orang memuja langit yang biru, kemudian menyandingkannya dengan es krim yang segar. Tapi kini, segala telah terlupa. Tidak ada lagi yang peduli apakah langit  masih sebiru dahulu atau tidak. Tidak ada yang menyadari bahwa segala macam asap sudah menyatu dengan udara yang dihirup.

Aku ingin bertemu dengan dokter gigi itu lagi, memastikan apakah ia tahu bagaimana es krim sudah tak lagi merusak gigi. Akan kutunjukkan padanya, bahwa sejak awal ia telah salah, atau dia masih belum mengenal betul tentang segala. Aku ingin tunjukkan padanya bahwa es krim yang dulu ia gadang sebagai monster untuk gigi, telah kalah oleh panas. Panas yang membuat kulitku menjerit kesakitan.  

“Aku berandai-andai.. jika saja manusia berlaku baik pada alam, aku akan tetap bisa menikmati es krim di siang hari, tanpa takut ia meleleh terlalu cepat atau bercampur dengan asap.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment