Rona dari Wajahmu

Dalam ramai seribu riuh luluh lantah
Berderai semu membiru menahan asa
Menyeruak di tengah keping dedaunan yang berjatuhan
Entah apa yang dirasakannya
Entah harus senyum atau menangis
Semua balutan luka tersapu angin
Membuka deretan sayat yang membiru di sekujur hati
Seperti disiram garam dari lautan
Tak terperikan

Tiada desir ombak yang ia dengar
Hanya kicauan burung mengelilingi kepala
Tiada tangis sudah habis
Terkulai lemah hingga tak bersisa
Lemah legam dibuatnya

Padahal dulu ia merona
Bergandengan tangan mengelus mesra
Tawa yang menggema berharap ini adalah akhir
Cukup di titik ini saja gumamnya
Tanpa tetes air mata, tersedu sedan yang telah ia lupakan

Kini tiada lagi
Luka yang menganga membuatnya lemah tak berdaya
Berdiri saja ia tak sanggup
Masih syukur napas tak pergi dari tubuhnya
Seakan memberinya kepastian di hari esok
Biarlah
Biarlah waktu ‘kan menyembuhkan
Karna perih ini ‘kan menjadikanmu pelajaran di kemudian hari

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top