Sulitnya Menentukan

Aku yakin setiap manusia yang dilahirkan pasti punya maksud dan tujuan. Karena yang kutahu Tuhan tidak pernah sembarang menciptakan suatu benda dan makhluk, di dalamnya Tuhan pasti punya maksud. Satu di antara tujuan manusia dilahirkan ke dunia adalah untuk mempertanggungjawabkan semua pilihan hidupnya sendiri. Pada setiap perjalanan manusia, mereka akan diberikan banyak sekali pilihan, entah itu tentang cinta, makna, bahkan hidupnya. Dulu, aku tidak pernah merasa bertanggung jawab atas diriku sendiri, karena selalu yang ada di kepala adalah menjalani hidup dengan baik tanpa memikirkan pilihan yang kupilih, waktu yang kupakai atau bahkan orang tua yang mengharapkanku. Aku mengenal rasa tanggung jawab ketika bertepatan dengan usiaku yang ke dua puluh, keadaan sebenarnya yang membuatku tersadar, bahwa apa yang kupilih dalam hidup ini adalah tanggung jawabku. Apalagi orang tuaku memberikan sepenuhnya pilihan padaku, mereka tidak pernah memaksa untuk mengikuti alur yang mereka siapkan, atau bahkan memaksaku hidup di dalam suatu keterpaksaan.

Aku mengenal rasa tanggung jawab karena pilihan yang kudapat. Kata mereka yang sama-sama hidup bersamaku, “Apa yang kamu pilih hari ini adalah apa yang akan kamu dapatkan nanti,” aku tetap bertanya-tanya saat itu, memangnya apa yang harus aku pilih? Apa yang harus aku pertanggungjawabkan? Apa yang akan aku nikmati nanti? Aku bahkan tidak tahu jawaban dari segala jenis pertanyaan yang ada di kepalaku sendiri. Sampai akhirnya aku menemukan dua pilihan yang membingungkan. Masing-masing pilihan memiliki konsekuensi sendiri, aku sampai tidak mau memilih salah satunya. Karena menurutku kenapa aku harus memilih salah satunya ketika aku bisa melakukan dua hal itu dengan bersamaan? Tapi nyatanya, setiap pilihan yang aku buat memiliki pertanggungjawaban sendiri. Atas banyaknya pilihan dalam hidup, bahwa sedari lahir, remaja, bahkan dewasa dan tua nanti aku bertanggung jawab atas diriku sendiri. Aku bertanggung jawab atas bahagia dan kecewa yang aku punya.

Dari pilihan yang sulit, aku memahami dan menemukan diriku yang awam tentang tanggung jawab. Aku yang terus mencoba belajar untuk memperbaiki pilihan dan bertanggung jawab atas hal yang aku pilih. Aku bisa menentukan bahagiaku, sedihku, kecewaku dari hal-hal yang aku pilih. Dari banyaknya aspek hidup di dunia yang bisa aku pilih, mana yang memang bisa membuatku lebih baik dari sebelumnya. Proses menjadi manusia itu panjang, maka ketika aku memutuskan bertanggung jawab atas diriku adalah awalan. Karena aku, adalah penentu bahagia tidaknya hidupku.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Firliani azka Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Firliani azka
Guest
Firliani azka

Makasih sudah mewakilkan perasaan dan pikiran ini.
I woof u

Top