Sebuah Pesan

Perihal terbuka tentang semua yang sedang dirasakan aku payah sekali. Bahkan terkadang, aku tidak tahu apa yang hatiku mau. Ada masa di mana aku bingung, seperti punya beban tapi tidak tahu apa atau gelisah tanpa aku tahu alasannya kenapa. Aku bukan seseorang yang bisa dengan mudah berbagi walaupun dengan orang terdekatku. Ibu adalah salah satu orang paling peka, ia tahu betul bagaimana keadaanku walau aku tidak mengatakan secara langsung kepadanya. Ibu akan datang dan memeluk begitu saja, mengusap kepala dan menghangatkan tubuh sekaligus hati. Tidak pun aku bercerita, ibu tahu aku sedang tidak baik-baik saja. Ada satu kalimat yang sampai hari ini tidak pernah bisa aku lupakan dan selalu bisa jadi penenang saat aku lagi-lagi merasa ada di situasi yang sama.

“Kamu tidak dihadirkan untuk memenuhi ekspektasi orang lain bahkan aku, ibumu. Kamu dilahirkan karena Tuhan punya rencana untuk hidupmu dan ibu hanya perantara atas hadirmu. Ibu hanya seseorang yang akan selalu berusaha membuat kamu merasa aman dan nyaman.”

Setiap kalimat itu kembali aku ingat, sejauh apa pun aku dengan ibu, rasanya teramat dekat. Seperti ibu memang sedang mendekap aku erat. Masalah memang sering kali hadir, tapi cinta ibu selalu mampu mengobati dan menenangkan hati. Pentingnya terbuka memang amat baik, tapi aku bukan salah satu orang yang mampu bercerita tentang keadaanku. Aku selalu berusaha agar ibu dan orang-orang terdekatku tahu tak ada hal yang mengusik hari atau hati. Setiap orang berhak memilih, ingin dibagi atau dipendam. Karena terkadang, masalah akan terasa lebih sulit diatasi ketika semua orang mencoba ikut memperbaiki. Yang aku tanamkan di sini dari pesan yang ibu katakan: bahwa besar kecil masalahku, rumit tidaknya hariku, orang lain tidak berhak menilai.

Aku punya alasan tentang keterbukaan. Bagiku, beberapa hal memang tidak perlu aku bagi jika akan membuahkan tangis. Seperlunya kita bercerita, ceritakan apa yang membuat dia yang mendengar atau aku yang menceritakan sama-sama bahagia, bukan membuka luka atau mengingat apa yang sudah sangat diusahakan untuk hilang. Walau memang, beberapa hal perlu diceritakan setidaknya untuk melapangkan hati yang sesak. Untukmu yang mungkin terbiasa bercerita dan dengan mudah berbagi dengan orang tua atau orang-orang terdekat, kamu hebat. Kamu mampu mengatasi rasa tidak percaya dengan membuka diri.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top