Pulih dari Luka

Tahukah, hal yang sangat sulit dilakukan adalah memaafkan dan hal yang sangat rumit adalah melupakan. Banyak dari kita, manusia, mengeluhkan hal yang sama. Luka disematkan di hati, sementara yang memberi tidak peduli bahkan pergi. Tidak salah jika hati memilih terus ingin membenci karena menghapus luka bukan semata-mata mudah. Tetapi, akankah hal buruk terus disimpan di dalam hati, sementara hidup kita lebih berarti dari luka itu sendiri. Lagi pula, hidup tidak semata-mata tentang dia atau masa lalu tentangnya.

Ibarat meninggalkan kota yang memberimu kenangan buruk, kau pergi dengan perasaan berharap hidupmu akan jauh lebih baik lagi. Menyimpannya lebih lama, mengenangnya sebagai hal yang pada akhirnya membuatmu bisa takut untuk memulai lagi, bukan hanya akan menyulitkan dirimu tapi orang-orang yang mencoba masuk ke dalam hidupmu.

Berbahagialah, luka tidak selalu harus dikenang selamanya. Biar ia melebur seperti kau memulai hidup baru, biar ia tertinggal di dasar hati paling dalam lalu tenggelam tanpa bisa kau rasakan lagi sakitnya.

Kau harus ingat satu hal, Tuhan memberimu luka agar kau belajar untuk hidup lebih baik lagi dari sana. Nanti, setelah kau merelakan semuanya, ketika kau mencoba mengembalikan semua harapan kepada pemilik perasaan juga kekuatan, luka dan tentangnya tidak akan lagi jadi beban mendalam. Karena ketika hati sudah mengikhlaskan, maka perasaan berat ketika luka itu ada, perlahan hilang. Semua rasa sakit sudah ditetapkan. Kita hanya perlu lebih dewasa untuk memikirkan, bahwa yang menciptakan rasa sakit adalah ia yang juga menciptakan rasa sayang.

Waktu senantiasa memulihkan.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Mozarta Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Mozarta
Guest
Mozarta

It’s totally true.

Top