Pemilik Peluk Sehangat Petang

Aku memanggilnya bapak, cinta pertama versiku yang paling sempurna. Untukku, hadirnya adalah ketenangan, peluknya adalah kehangatan. Setiap larangan yang keluar dari bibirnya adalah kasih sayang, setiap marah yang membuahkan tangis adalah cinta. Bapak adalah satu dari segalanya yang tidak pernah luput dari doaku: agar bapak tetap sehat, bahagia, dan panjang umur. Melihatnya duduk di teras rumah sambil menonton wayang di handphone kadang membuatku ikut tersenyum karena tawanya yang menggelegar.

Bapak adalah cinta pertama, satu-satunya laki-laki yang pernah membuatku sedih tapi tidak pernah sedikit pun benciku tumbuh untuknya. Aku bukan tipikal anak yang bisa mengutarakan cintaku kepada bapak, aku juga bukan anak yang memperhatikan setiap detail kebutuhannya. Aku hanya seorang anak perempuan yang dengan diam-diam sangat amat mencintainya. Aku tahu bapak tidak akan membaca tulisanku ini, tapi lega sekali rasanya bisa mengungkapkan tanpa harus menangis di hadapannya. Bapak,aku sering kali menghubungimu hanya karena uang sakuku habis, alasan membeli buku, atau karena tagihan uang kuliahpercayalah, aku sudah mengutarakan bagaimana cintanya aku kepadamu pada setiap kalimat pertama dalam doaku.

Bicara tentang bapak, tak habis aku memuji dan mengatakan aku mencintainya. Terima kasih sudah menjadi luar biasa bukan hanya karena tanggung jawabmu, Pak, tapi juga karena lembut dan penuhnya kasih di hatimu. Bapak pasti tahu aku mencintai bapak, walau tidak pernah kuucap kalimat itu karena ketidaksanggupanku menahan air mata. Ini untuk bapak, pemilik peluk sehangat petang, pemilik rumah di sana aku akan pulang.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Firliani azka Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Firliani azka
Guest
Firliani azka

Sederhana tapi bermakna❤️

Top