Bahagia yang Aku Butuhkan

Aku menyadari bahwa banyak sekali hal di dunia ini yang tidak aku pahami: tentang bagaimana Tuhan memberi cobaan entah lewat macam-macam hal atau dari harapan-harapan yang tidak bisa aku jangkau. Ketika hidup terasa sulit untuk dimengerti maka akan timbul tanya, kenapa ada rasa seperti ini? Padahal sudah jelas dan aku tahu, Tuhan perencana paling andal. Aku selalu menyangkal akan bahagia sederhana yang tidak pernah aku indahkan, merasa tidak pernah cukup, merasa tidak pernah lebih baik. Ketika aku merasa mengapa semua hal begitu sulit untuk aku terima, ketika Tuhan menitipkan bahagia yang tak pernah aku syukuri, bahkan terasa mengapa bahagiaku hanya sebatas ini? Tidakkah bisa lebih seperti milik orang lain? Tidakkah Tuhan bisa meratakan semua bahagia kepada mereka pun kepadaku?

Semakin hari semakin menjadi, aku mencari apa yang membuatku bisa sepenuhnya bahagia. Benar-benar hatiku harus terpuaskan, karena ketika hal itu tidak aku dapatkan, kekecewaan atas hari-hari baik layaknya yang kulihat dari hidup orang lain semakin menciptakan tanya, mengapa aku tidak bisa seperti mereka? Setiap manusia akan sampai di titik yang diharapkan, entah kapan pun waktunya. Aku percaya akan dapatkan jawaban yang aku mau, aku pasti menemukan bahagia seperti apa yang aku butuhkan. Di balik semua rasa percaya diri yang aku tumbuhkan, maka di sana juga kutanam kecewa yang sama sekali tidak aku harapkan.

Seperti yang aku katakan, aku percaya bahwa manusia pasti sampai pada titik yang mereka harapkan, termasuk aku. Aku mendapatkan jawaban atas banyaknya tanya di kepala dan juga aku menemukan bahagia seperti apa yang akan membuatku merasa lebih bermakna. Nyatanya, sesederhana aku menemukan diriku sendiri di depan cermin ketika bangun tidur dan tersenyum. Aku bisa merasakan nikmat Tuhan yang sebelumnya kuabaikan, makna bahagia pada setiap manusia pasti berbeda, aku tidak bisa memaksa orang lain untuk bisa merasa bahagia sesuai dengan yang aku rasa, pun sebaliknya. Untuk bisa merasa bersyukur dan cukup atas bahagiaku sekarang, aku melewati fase mencari dan kecewa. Sempat aku menemukan jawaban yang tidak aku harapkan, tetapi itu yang membawaku memahami bahagia yang aku butuhkan.

Titik temu membawaku pada titik balik yang sesungguhnya, bahagia ketika akhirnya aku menemukan semua tanya di kepala dan perlahan aku menerima setiap jawabannya. Berbahagialah sesuai yang kamu mau, semampu yang kamu bisa. Banyak sekali hal-hal kecil yang bisa membuat kita bahagia. Jangan bebankan dirimu karena kecewa dengan harapan-harapan yang dibangun. Teruslah mencari, kamu bertanggung jawab atas bahagiamu maka temukan bahagia seperti apa yang kamu butuhkan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top