Mengikat Darah

Kepada kamu yang mungkin sedang ingin pergi; keluar, menghilang, dan menjauh dari siapa-siapa yang terdekat secara garis keturunan; kecewa dengan mereka yang semestinya menjadi garda terdepan untukmu tiap kali membutuhkan uluran tangan.

Kepada kamu yang mungkin sedang ingin hengkang; pergi sejauh-jauhnya dari ayah, bunda, adik, kakak karena menurutmu itu adalah teriakan yang paling keras, ditujukan pada mereka yang selama ini tidak pernah bisa mengerti kamu dengan segala mimpi dan inginmu.

Kepada kamu yang mungkin sedang ingin, memulai hidup baru karena sudah begitu entah dengan keluargamu saat ini.

Adalah rumit.
Tuhan tidak memberikan kita pilihan, apalagi kesempatan untuk mendaftar menjadi bagian dari satu keluarga tertentu. Ya, setidaknya itu yang kita tahu.

Adalah sulit.
Tuhan juga tidak menyebutkan hidup di dunia ini adalah surga dengan segala kenyamanan, ketenteraman, dan keindahannya. Bahkan hidup dan mati Ia ciptakan untuk menguji.

Adalah pahit.
Saat ini semesta dengan mudahnya membuat kita sering melihat rumput tetangga. Lebih hijau, lebih berwarna, lebih indah. Sepertinya. Namun, bukan bahagia yang kita rasakan, justru rasa pahit yang semakin lama semakin menjadi-jadi. Barangkali karena apa yang ada di dalam diri kita, dekat dengan kita, memang tidak ada manis-manisnya. Barangkali.

Pelik. Ketika berbicara tentang hubungan ini. Tidak seperti sekolah atau kantor yang bisa dengan mudahnya pindah. Keluarga menuntut kita memberikan cinta berdasar komitmen bahkan sebelum kita bisa berkata tidak.

Maka seiring Tuhan memberikan kita kesadaran, kemampuan, untuk menyampaikan isi kepala, ada baiknya kita perjuangkan itu.

Sampaikanlah.
Jika memang ada satu dua nilai yang ternyata berbeda, menurutmu perlu diubah.

Beritakanlah.
Jika kiranya ada kebiasaan yang sulit kamu terima, terlebih setelah kamu baru kembali setelah bertahun-tahun merantau.

Utarakanlah.
Jika pada akhirnya mimpimu sering kali tidak harmonis dengan apa yang mereka inginkan, harapkan.

Agar penerimaan bisa datang dari sana-sini. Lalu harmoni mampu masuk dan menyesaki lagi.

Dan buktikanlah.
Bukan kepada siapa-siapa. Melainkan kepada Pemilik Semesta.
Bahwa kamu, kita, sudah berjuang sebaik mungkin agar bisa mengikat kuat tali yang diberikan kepadamu, kita.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top