Melodi Melepaskan

Menjalani hidup, mengambil komitmen, memilih jalan juang, jika dianalogikan seperti kita yang mengambil barang bawaan. Besar-kecilnya, berat-ringannya, tergantung. Tapi anggap saja semua sama-sama: memberikan beban. Jika otot justru meminta untuk terus menambah beban dalam latihan kebugaran harian agar bisa menjadi lebih dan lebih kuat, mungkin tidak begitu rumusnya untuk kita sebagai seorang insan dengan segala keterbatasan.

After time we’ll have to grow, let it go, say goodbye” – Francis Karel

Adalah cerita seorang anak kecil, dengan segala keingintahuannya, menjelajah bumi mengambil sebanyak-banyaknya cerita dan perjuangan yang bisa memenuhinya. Namun sayangnya, ada masa saat ia seperti berjalan di tempat. Lelahnya ada, tapi “menjadi lebih baik”-nya seperti entah ke mana.

Seperti seseorang yang terlalu banyak membawa barang bawaan, akan ada titik ketika langkahnya akan semakin lambat, bebannya terlampau berat. Lelahnya luar biasa, tapi maju satu senti saja butuh berhari-hari.

Dengan merdu, Francis Karel mengingatkan: itu adalah momen kita untuk bertumbuh. Krisis memang rasanya, tapi itulah penandanya; pengingat bahwa ada satu dua barang bawaan, beban, yang perlu diletakkan; ditempatkan di sebaik-baiknya ruang dalam perjalanan; direlakan, lalu perlahan sampaikan pesan perpisahan.

Agar tidak melulu terkungkung dalam penyesalan, dalam ketegangan, atau dalam kesedihan, bahkan jika terlampau lama terjebak dalam kenikmatan pun hanya akan membuat diri ini tak kasat rasa: semuanya ada waktunya, ada tempatnya. Jika sudah tidak lagi relevan, letakkan.

Tubuh kita perlu untuk melanjutkan perjalanan. Beban-beban tadi, jika tidak cermat dalam pengelolaannya, hanya akan memberikan hambatan.

Bertumbuh juga adalah sebuah perjuangan, pedih-perih proses untuk mencapai tujuan angkanya melampaui apa pun angka del-del terbesar yang ada di muka bumi ini. Tinggal bagaimana kita memilih ruang untuk energi diluapkan, dihabiskan; apakah pada proses melangkah maju ke depan, atau berdiri terdiam sembari mempertahankan beban?

Baby, letting go, it ain’t easy” – Mariah Carey

Senandung Mariah Carey dengan lembut berulang kali menegaskan, melepaskan adalah keharusan, tapi kemudahan bukanlah pasangannya.

Tapi mungkin bisa coba nikmati perjuangannya seperti sedang menjelajahi melodi, nada-nada nan penuh arti. Temukan iringan nan membuat hati berdendang menari, untuk menemani sakit perihnya berproses untuk memperbaiki diri.

What’s past, is past” – Taylor Swift

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top