Mengizinkan Diri untuk Ditolong

Dokter Jiemi Ardian pernah berkali-kali terpikir untuk mengakhiri hidup. Dia pernah mengalami rasa sakit yang mendera jiwa. Kesedihan yang dialaminya membuat Dokter Jiemi bertekad untuk menjadi psikiater. Menjadi dokter tidaklah mudah, butuh perjuangan yang luar biasa, bahkan bisa jadi dalam prosesnya menimbulkan depresi. 

Menurut Dokter Jiemi, kesadaran masyarakat umum dalam memahami pentingnya mental illness masih kurang. Mental illness dianggap sebagai sesuatu yang tidak nyata, kita dibilang tidak bersyukur, kurang berdoa, atau tidak beribadah. Kurangnya pengetahuan mengenai mental illness ini kemudian bisa berujung terhadap self-diagnose yang memiliki dua kemungkinan berbahaya, yakni kecenderungan untuk meringankan yang berat dan memberatkan yang ringan.

Banyak sekali dari kita, yang tidak mengetahui bahwa mental illness itu dapat diobati dan ditolong. Bisa jadi juga, sebenarnya mereka sudah tahu harus mencari pertolongan namun malu dan takut dicemooh tetangga, jadi bahan gosip teman-teman terdekat, atau kecanduan obat. Menurut Dokter Jiemy, ketakutan-ketakutan itu sebenarnya hanya ilusi. Seorang dokter tidak akan membuat pasiennya kecanduan. 

Salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk menolong diri sendiri adalah mengizinkan diri kita untuk ditolong, It’s okay to seek help. 

Bagi Dokter Jiemy, menjadi manusia adalah menerima semua kekurangan dan kelebihan, kebahagiaan, rasa sakit, cinta dan penolakan; menerima semua aspek dalam kehidupan dan bertumbuh di dalamnya. Teruntuk kita yang masih ragu untuk menerima luka, tidak apa, bisa jadi semuanya bertahap sesuai kadarnya. Semoga lekas berani untuk sembuh; karena kita tidak pernah sendirian.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top