Hangat di Musim yang Dingin

Pohon pinus mungil di tengah ruang keluarga mulai dihias dengan berbagai macam ornamen. Lampu-lampu menjerat dedaunan dan ranting, bola warna-warni tergantung dengan indah bersama kaus kaki, candy cane, kue jahe, topi sinterklas, ornamen kepingan salju, mistletoe, dan tak lupa bintang di puncak pohon yang selalu jadi ajang rebutan akan siapa yang memasangnya.

Sejak kecil, saya suka bulan Desember.  Ini adalah bulan yang dingin dan hangat di saat yang sama. Meskipun tak ada salju, kita semua lebih sering berdiam diri di rumah karena untuk daerah beriklim tropis pun musim penghujan sedang menjadi-jadi. Di rumah, biasanya kami sibuk menonton televisi. Stasiun televisi menayangkan banyak sekali film, dan seakan berlomba-lomba: dalam sehari biasanya mereka menayangkan beberapa film box office bertemakan keluarga yang ringan dan hangat.

Saya datang dari keluarga muslim dan tentunya kami tak pernah merayakan natal. Ada sedikit rasa penasaran sekaligus iri  terhadap teman-teman Kristen yang biasanya sudah sibuk menyiapkan hari natal sejak pertengahan bulan ini. Beranjak dewasa, akhirnya saya bisa melihat secara langsung bagaimana natal dirayakan di banyak keluarga. Semuanya memiliki tradisi yang berbeda-beda. Hal inilah yang membuat natal sangat berkesan bagi saya. Ada yang merayakan dengan membuat pesta besar-besaran dan mengundang banyak orang, makan-makan sederhana dengan keluarga inti, atau bahkan dengan cara menyisihkan rezekinya dan beramal untuk mereka yang kurang beruntung. Semua sama indahnya, semua sama hangatnya.

Natal adalah hari raya pemeluk agama Kristen  untuk memperingati kelahiran Isa Al Masih. Maria melahirkan Isa Al Masih di kandang domba. Di sana ada Yusuf, tunangan Maria sekaligus figur ayah yang bukan ayah kandung Isa, dan beberapa ekor domba. Ia dilahirkan di tengah perjalanan Maria dan Yusuf ke Betlehem, sebuah kota di negara yang kini bernama Palestina, untuk mendaftarkan diri dalam rangka sensus yang diadakan Kaisar Agustus. Sebelumnya, Yusuf sudah mendapatkan nubuat bahwa Isa mesti lahir di Betlehem dan hal ini bertepatan dengan sensus tersebut maka berangkatlah mereka. Situasi kelahiran Isa jauh dari kehangatan. Namun, mungkin ialah  momen terhangat bagi keluarga itu.

Kembali ke masa kini, natal adalah perlambang kehangatan dan keajaiban untuk keluarga. Bahkan, selagi saya menulis esai ini, situasi di kantor sedang seru-serunya. Kami memproyeksikan gambar perapian di dinding dan memutar lagu-lagu natal untuk memupuk kenangan masa kecil kita. Meskipun hanya proyeksi, hal ini terasa hangat.

Bagi saya, tak masalah dengan siapa kita berbagi momen ini. Dengan siapa kita menghabiskan waktu dalam susah dan senang bisa saya artikan sebagai keluarga. Seperti Yusuf yang tak memiliki pertalian darah dengan Isa, saya rasa Yusuf tetap membesarkan Isa dengan sepenuh hati. Oleh karena itu, jika ada imbauan bagi seorang muslim agar tidak mengucapkan selamat natal, saya akan tetap mengucapkannya. Saya akan mengucapkannya sebagai seorang manusia, bagian dari keluarga besar umat manusia di berbagai belahan dunia. Selamat natal, saudara dan saudariku. 

4.8 4 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Stella
Stella
29 days ago

Selamat Natal kak Lirik Nadir!

Top