Runtuhnya Penjaga

Ada sebuah dinding dalam dirimu yang tak kunjung runtuh
Seolah-olah kamu justru memperkuat bentengmu itu
Sedang kamu merasa tersengal-sengal menjaganya
Tidak ada yang lebih baik dari meruntuhkan segala dindingmu
Dindingmu itu hanya menyakitimu
Hanya membatasimu
Bahkan menguncimu hingga sesak
Runtuhkan jika memang perlu
Setelah runtuh, kamu lihat berapa banyak orang yang menunggumu di luar benteng yang kau bangun untuk menarikmu berkelana ke tempat-tempat paling bahagia yang belum pernah kamu kunjungi
Mereka menunggu dengan kedua tangan terbuka
Tidak lain untuk memelukmu dengan erat
Sambil mengatakan,
Tidak apa untuk menjadi seorang perasa
Karena segala rasa patut diutarakan dengan syukur

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top