Tak Apa Bila Tak Baik-Baik Saja

Ketika menimbang perihal tindas-menindas, terbit di kepalaku tentang suatu pengalaman yang begitu dekat, yaitu perundungan terhadap diri sendiri.

Aku merasa bahwa sering kali aku menjadikan jiwa dan raga ini budak atas suatu megaproyek dengan patok-plang besar bertuliskan “Orang Baik”. Visi-misinya adalah janji setia, terlihat atau dianggap orang lain sebagai pribadi yang sempurna, tanpa noda, tanpa cela.

Memaksa diri selalu menyenangkan semua orang adalah mars yang membangunkanku di pagi hari. Karena kekecewaan di wajah pribadi-pribadi terdekat adalah suatu kerugian besar, setiap kali jatuh, hukuman berat berhari-hari harus diberikan. Suara-suara penghakiman dalam pengadilan ingatan pada jam-jam menjelang tidur, misalnya, atau waktu melamun yang wajib dijejali sumpah serapah.

Ego berjalan mengawasi, saksama, keras, lagi teliti menghakimi. Gerak cepat tanpa cacat, kerja ganda dengan kualitas selalu teruji adalah harga mati. Dua puluh empat jam satu hari. Rehat sejenak laksana barang langka. Minum kopi sambil bercanda hanya fatamorgana. Apresiasi berupa pujian kecil atau simpul senyum sederhana lebih sering nunggak, ditunda sampai mangkrak. Ekspektasi dibungkus dengan hiperbola, dan hidup murung gelap di hadapan cermin sejadi-jadinya.

Kelemahan dan kerapuhan adalah rahasia perusahaan. Menutupi perasaan kacau yang pelik adalah bagian dari kode etik. Kontrak kerjanya sepanjang hayat, dengan upah harian tiarap, tak cukup untuk kebutuhan, sekarat.

Dan ternyata, hidup tak melulu baik-baik saja.

Lalu, sudahkah aku sadar untuk berhenti melakukan sengketa atas tanah-tanah mimpi masa depan yang luas menunggu bebas sejak lama? Sudahkah aku sadar untuk mengatakan usai pada tindak merisak diri karena dadaku yang kemarau telah jauh-jauh hari berteriak parau? Sudahkah aku insaf menerima bahwa gagal dan kesalahan di masa muda adalah satu dari sekian banyak seminar atau sekolah dengan ijazah untuk dinyatakan sah merdeka telah menjadi manusia?

2
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
Braja-Restualya Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
alya
Guest
alya

keren banget!

Braja-Restu
Guest
Braja-Restu

Terima kasih banyak, Kak Alya, berkenan membaca dan mengapresiasi tulisan saya. Monggo dibaca karya-karya Komunitas Penulis Menjadi Manusia lainnya di laman ini ya. Semangat dan sehat-sehat! 🔥

Top