folder Filed in Puisi, Sekitar, Yang Rutin, Yang Sekarang
Di Bawah Ayun Lengan Rezim Waktu
Kita masih bisa bahagia; menyadari kita hanya perlu mengizinkan masa berlalu lebih lama
Raymondus Braja Restu comment 0 Comments access_time 1 min read

Kita dilahirkan dengan musim kita masing-masing;
lengkap dengan seperangkat rasa khawatir yang perlu
karena terkadang pagi dan sore kita bertemu di bawah ayun lengan rezim waktu

Kita masih bisa bahagia;
menyadari kita hanya perlu mengizinkan masa berlalu lebih lama
karena pertikaian selama ini adalah perihal bertukar lepas:
malamku hampir tuntas, sementara siangmu sebentar lagi tandas

Dan terus begitu, kita akan berganti arti mengalami;
sampai titik kita menerima dalam-luas sepenuh-penuhnya,
segala gelap dan terang keber-ada-an kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment