Menjadi Penjaga Stasiun

Setahun yang lalu, aku sempat menulis permintaan maaf dan terima kasihku kepada manusia baik yang senang sekali membuat berisik duniaku yang senyap menulikan diri. Bukan maksud pergi meninggalkannya sendiri, melainkan aku sebagai manusia tentu tahu diri bahwa sebaiknya aku menginjakkan kaki, ingin kembali menulikan duniaku yang kini menjadi stasiun bagi segala perasaan berlalu-lalang.

Aku menemukan diriku tersesat di tengah perasaan yang tak kunjung berhenti menggerayangi stasiun mati yang kini ramai kembali. Tapi hebatnya, aku malah tersesat. Tidak tahu harus mengikuti perasaan yang mana, tidak tahu apakah baiknya pulang, pergi, atau menghanyutkan diri dalam arus perasaan-perasaan ini. Sampai akhirnya, penjaga stasiun datang menggenggam lenganku erat, menyisikkanku ke tepian stasiun yang lebih sepi.

“Adek, mau ke mana?” Tanyanya dengan raut wajah khawatir sekaligus lega menemukanku yang kebingungan. Alih-alih kata yang tersemat keluar menjawab pertanyaannya, air mata mengambil peran mewakilkan kata yang tak kunjung ingin bersua juga. Seakan tahu bahasa kalbu, penjaga stasiun bilang lebih baik aku pulang dan kembali lagi saat sudah tau kereta perasaan mana yang ingin ditumpangi. Aku menurut pulang.

Seperti itu kiranya tulisan yang berusaha aku sampaikan kepada manusia baik yang aku sebutkan tadi. Aku pikir akan mudah untuknya mengerti kata-kataku tadi. Tapi aku simpan dulu. Aku simpan lagi. Aku simpan melulu. Sampai aku menemukan bahwa stasiun ini, kini menjadi tempat mengasyikkan untuk dapat bercengekrama dengan segala macam perasaan. Aku menempatkan diriku di tepian sepi, di tempat penjaga stasiun membawaku. Ternyata aku memang tidak perlu ke mana-mana, ternyata memang tugasku yang sudah beranjak dewasa ini untuk menjadi penjaga stasiun perasaanku sendiri.

Aku yang tak urung memberi tulisanku dulu, kini malah manusia baik itu menyampaikan tulisannya perihal dia yang tersesat dalam stasiun perasaannya sendiri. Sudah wajibku kini membantu manusia baik tadi menjadi penjaga stasiunnya sendiri.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top