Malam ini, lagi-lagi sekumpulan keraguan mengangkasa dalam cakrawalaku. Ada yang menjelma air yang membeku di jalanan yang liku. Lecat, berbahaya, dan repas. Kesempatannya terbatas. Memilih melintasi atau berhenti, ujungnya sama-sama terlibat dan membelit. Tetapi tergelincir seharusnya dapat lebih baik ketimbang terperosok.

Di sini, aku sekarang. Memandang dan mengamati, tiap bayang dan remang, yang mungkin saja merasuk pada celah pintu esok hari. Terlihat gelap pekat namun tetap memikat. Wartakan kepadaku, apa akan ada cahaya di waktu lusa?

Coba bantu aku. Beri aku secercah kebijaksanaan dan harapan dari relung sukmaku. Buahkan segala paling pada tiap tarikan benang merah dari nalarku. Wartakan kepadaku, apa segala yang sekarang kuusahakan akan bermakna?

ㅡra.y.a,
menemukan yang tak terjamah.
#semestaraya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment