Kontemplasi Patah Hati

Ketika saya memaafkan, saya tidak lagi melihat kesalahan, yang saya lihat hanya ketulusan. Ketika saya bertahan, saya tidak lagi melihat keburukan, yang saya lihat hanya kebaikan. Beberapa teman mengatakan, batas memaafkan seseorang biasanya di dua hingga tiga kali kesalahan. Karena kali keempat, kali kelima, dan seterusnya sudah bukan lagi kesalahan, melainkan sifat bawaan. Yang ini tidak ada obatnya, suatu saat pasti akan ada pengulangan dan pengulangan. Lalu saya bertanya pada diri saya, mengapa masih saja mengabaikan saran teman dan terus memaafkan? Sampai akhirnya saya menemukan jawaban.

Bahwa ada banyak hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika, termasuk juga rasa. Ada kalanya kamu menemukan seseorang yang meskipun ia selalu membuatmu kecewa, tapi pada akhirnya ia pula yang mampu mengembalikan tawa dan membuatmu bahagia.

Saya yakin tidak ada manusia yang senang dengan perpisahan, apalagi yang meninggalkan luka. Namun, tidak semua hal yang dimulai akan berlanjut selamanya; tidak setiap yang datang ke hidup kita akan terus bersama. Ada kalanya hubungan harus berakhir untuk mencapai kebahagiaan yang sebenar-benarnya.

Saya tidak tahu ke mana takdir akan membawa saya nanti. Tapi saya masih senang mengingat bagaimana cerita, canda, dan doa itu pernah kami nikmati berdua.

4.4 7 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Reza
Reza
24 days ago

boleh kita sharing cerita yg hampir sama dengan tulisan kamu. Terima kasih.

Top